SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya kepada 528 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Prosesi berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (11/10/2026), menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan pengabdian para pegawai negeri sipil (PNS) selama 10, 20, hingga 30 tahun. Penyematan dilakukan dalam dua sesi, yakni 267 PNS pada sesi pertama dan 261 PNS dari berbagai perangkat daerah Pemprov Jatim pada sesi kedua.
Khofifah menegaskan bahwa capaian pembangunan Jawa Timur di berbagai sektor tidak terlepas dari kerja keras, komitmen, dan kesinambungan pengabdian ASN. Namun, penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi dorongan untuk menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pendidikan Jadi Perhatian Utama
Dalam kesempatan itu, Khofifah memberikan apresiasi khusus kepada guru dan jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur atas kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Menurutnya, capaian sektor pendidikan perlu dipertahankan melalui kerja berkelanjutan, peningkatan prestasi akademik, serta penguatan tanggung jawab seluruh unsur pendidikan.
Khofifah juga menekankan pentingnya peran guru dan aparatur pendidikan dalam menyiapkan generasi muda Jawa Timur agar mampu mengambil peran strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut menempatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu aspek penting pembangunan daerah. Tantangannya, keberhasilan tidak cukup diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari peningkatan mutu pembelajaran dan manfaat yang dirasakan peserta didik.
Pertanian dan Kesehatan Turut Disorot
Selain pendidikan, Gubernur Khofifah mengapresiasi kontribusi ASN di sektor pertanian dan kesehatan.
Ia menyebut produksi padi Jawa Timur sejak 2020 hingga proyeksi November 2026 diperkirakan menjadi yang tertinggi di antara provinsi di Indonesia. Sementara di bidang kesehatan, Khofifah menyoroti peran RSUD Dr. Soetomo sebagai salah satu rumah sakit unggulan yang memberikan pelayanan tidak hanya kepada masyarakat Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
Khofifah menilai berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan. Pengabdian ASN, menurutnya, harus terus diarahkan untuk mendukung pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
69 ASN Terima Penghargaan atas Pengabdian 30 Tahun
Perhatian khusus diberikan kepada 69 ASN yang menerima Satyalancana Karya Satya atas masa pengabdian selama 30 tahun. Khofifah menyebut pengabdian selama tiga dekade merupakan perjalanan panjang yang layak memperoleh penghormatan secara langsung.
Ia menjelaskan, keinginannya menyematkan tanda kehormatan secara langsung juga dipengaruhi pengalaman keluarganya yang pernah menerima penghargaan serupa hanya melalui amplop.
Menurut Khofifah, Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia atas dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Penghargaan Harus Diikuti Peningkatan Pelayanan
Di akhir kegiatan, Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh penerima penghargaan dari berbagai perangkat daerah. Ia mengingatkan agar ASN senantiasa menjaga integritas, tanggung jawab, dan sikap ramah ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan atas masa kerja panjang menjadi pengakuan terhadap pengabdian aparatur negara. Meski demikian, ukuran penting keberhasilan ASN tetap terletak pada kualitas layanan, kepastian prosedur, profesionalisme, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, momentum penganugerahan Satyalancana Karya Satya diharapkan menjadi penguat komitmen ASN Pemprov Jatim untuk terus bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
(Red-Garudasatunews)













