Ketua PR Sumenep H. Udik Minta Pengusaha Beli Tembakau Lokal dan Petani Tak Panen Dini.

oleh -50 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Paguyuban Pengusaha Rokok (PR) Kabupaten Sumenep menyerukan agar seluruh perusahaan rokok di wilayahnya memprioritaskan penyerapan tembakau hasil petani lokal pada musim panen tahun ini. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat keberlangsungan industri hasil tembakau.

Ketua Paguyuban PR Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, menegaskan pentingnya komitmen bersama antar-pelaku industri—baik skala kecil maupun besar untuk mendukung mata pencaharian masyarakat setempat.
“Tembakau bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan sumber penghidupan ribuan keluarga di Sumenep. Keberpihakan pada tembakau lokal bukan hanya persoalan bisnis, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk memutar roda ekonomi daerah,” ujar pria yang akrab disapa Haji Udik tersebut dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).

Menurut pemilik brand DRT The Big Family ini, kepastian pasar bagi petani lokal akan memperkuat seluruh ekosistem pertembakauan. Jika pasokan dapat dipenuhi dari dalam daerah, dampak ekonominya akan dirasakan langsung oleh petani, buruh, hingga pelaku UMKM lokal.

Imbau Petani Hindari Panen Dini :
Di sisi lain, Haji Udik mengimbau para petani untuk tidak memanen tembakau sebelum mencapai tingkat kematangan optimal. Panen dini dinilai dapat merusak standar kualitas dan merugikan petani dari segi harga jual.
“Tembakau yang dipanen matang sempurna memiliki daya saing tinggi dan lebih diminati industri. Kualitas adalah kunci utama untuk menjaga kepercayaan pasar jangka panjang,” tambahnya.
Ia mendorong terbentuknya komunikasi yang transparan dan kemitraan berkelanjutan antara petani dan pengusaha rokok sejak awal musim tanam bukan hanya saat transaksi panen.

Dorong Sinergi Tiga Pilar :
Menutup keterangannya, Paguyuban PR Sumenep mengajak pemerintah daerah untuk semakin aktif memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menciptakan ekosistem pertembakauan yang sehat dan berkelanjutan.
“Jika petani, pengusaha, dan pemerintah berjalan seiring, kita bisa menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini yang akan memperkokoh masa depan industri tembakau Sumenep,” pungkas Haji Udik.(Adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.