Ketatkan Pengawasan, Pemkab Sampang Tegaskan Pom Mini Dilarang Jual BBM Subsidi.

oleh -40 Dilihat
oleh
banner 468x60

​SAMPANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang secara tegas melarang seluruh jaringan jualan eceran Pertamini atau pom mini untuk memperjualbelikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi energi bersubsidi tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi nasional.

 

 

​Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Kabupaten Sampang, Abdi Barri, meluruskan anggapan keliru di masyarakat yang menilai aktivitas Pertamini tersebut legal.

​“Pom mini atau Pertamini sama sekali tidak memiliki izin untuk menjual BBM bersubsidi. Lembaga penyalur resmi dari Pertamina untuk skala tersebut adalah Pertashop, dan itu pun hanya menjual BBM non-subsidi, bukan Pertalite atau Biosolar,” tegas Abdi dikutip Jum’at, 03/07/2026.

 

 

​Ia menjelaskan bahwa penyaluran Pertalite dan Biosolar secara aturan hanya boleh dilakukan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau lembaga penyalur resmi yang ditunjuk langsung oleh pemerintah.

 

​Digitalisasi dan Penegakan Hukum :

Menyikapi masih maraknya praktik pengecer ilegal di lapangan, Pemkab Sampang kini memperketat pengawasan lewat dua jalur utama :

– ​Sistem Digital : Memantau volume dan pergerakan distribusi BBM.

– ​Surat Rekomendasi : Mewajibkan dokumen resmi bagi kelompok penerima subsidi tertentu guna meminimalkan celah penyalahgunaan.

 

 

​Terkait sanksi dan penindakan bagi pelanggar, Abdi menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Peran pemerintah daerah difokuskan pada pengawalan regulasi dan fungsi pengawasan di lapangan.

 

​Di akhir keterangannya, Pemkab Sampang mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM bersubsidi di SPBU resmi demi keamanan dan keandalan kualitas produk. (ADC)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.