Kemensos Gandeng Sari Roti Berdayakan 417 KPM PKH

oleh -43 Dilihat
oleh
Kemensos Gandeng Sari Roti Berdayakan 417 KPM PKH
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat peluncuran program kerja sama Kementerian Sosial dengan PT Sari Roti.
banner 468x60

KLATEN, Garudasatunews.id – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama PT Sari Roti meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bagi 417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Program tersebut diawali dengan pelepasan 100 KPM sebagai penjual roti keliling menggunakan sepeda di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026).

Peluncuran program dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam sambutannya, ia menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong penerima bantuan sosial agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan dan meningkat menuju kemandirian ekonomi.

Menurut Agus Jabo, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui akses pekerjaan dan usaha produktif. Ia juga mengimbau para KPM untuk menjalankan usaha dengan konsisten serta memanfaatkan pendampingan yang disediakan apabila menghadapi kendala di lapangan.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur, Regional Manager PT Sari Roti Andi Bramantya Saputra, serta Channel Development MBS PT Sari Roti Ulfa Utami.

Regional Manager PT Sari Roti Andi Bramantya Saputra menjelaskan bahwa program ini merupakan tahap awal kerja sama perusahaan dengan Kemensos dalam pemberdayaan KPM PKH. Sebanyak 417 penerima manfaat di wilayah DIY dan Jawa Tengah akan memperoleh dukungan berupa fasilitas penjualan sesuai kebutuhan.

Ia menyebutkan peserta yang belum memiliki kendaraan akan dipinjami sepeda, sedangkan yang telah memiliki sepeda motor akan mendapatkan boks penjualan. Selain itu, seluruh peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan dan pendampingan sebelum mulai berjualan.

Menurut Andi, aset yang dipinjamkan tetap menjadi fasilitas pendukung program. Apabila mengalami kerusakan selama masa penggunaan, perusahaan menyatakan akan melakukan penggantian sesuai mekanisme yang berlaku.

Lebih lanjut, PT Sari Roti juga menyiapkan skema pemberdayaan berdasarkan kemampuan dan latar belakang peserta. KPM yang memenuhi kualifikasi tertentu berpeluang direkrut menjadi tenaga penjualan di jaringan distribusi perusahaan, sementara peserta lainnya dapat mengikuti pelatihan usaha mikro berbasis produk olahan roti.

Terkait pola penghasilan, Andi menjelaskan bahwa selama tiga bulan pertama peserta akan memperoleh pendapatan melalui sistem komisi berdasarkan hasil penjualan. Setelah masa tersebut berakhir, Kemensos dan PT Sari Roti masih membahas mekanisme lanjutan berupa skema penggajian.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong transformasi penerima bantuan sosial menjadi pelaku usaha produktif. Pelaksanaan serta efektivitas program selanjutnya akan bergantung pada proses pendampingan, evaluasi, dan capaian kemandirian ekonomi para peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.