JAKARTA, Garudasatunews.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat ketahanan sektor pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan berbagai event daerah yang terkurasi. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat identitas destinasi, serta mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja seni, serta tenaga kerja daerah.
Salah satu instrumen yang digunakan adalah Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, yang mendukung 125 event unggulan di 38 provinsi. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkualitas, dengan menempatkan event bukan sekadar hiburan, melainkan sarana promosi destinasi dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Kementerian Pariwisata menilai penyelenggaraan event berpotensi memberikan manfaat berantai bagi berbagai sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, perdagangan produk lokal hingga jasa pendukung kegiatan wisata.
Event Daerah Catat Perputaran Ekonomi
Berdasarkan data Kemenpar yang diumumkan pada 8 Oktober 2026, hingga 30 September 2026, sebanyak 89 event dalam program KEN 2026 telah terselenggara di 34 provinsi.
Dari 78 event yang telah dikaji dampaknya, tercatat sekitar 9,97 juta pengunjung dan transaksi ekonomi langsung mencapai Rp888,52 miliar. Pelaksanaannya juga melibatkan 19.866 UMKM dan 120.642 pekerja seni, serta membuka kesempatan kerja bagi 58.077 tenaga kerja.
Angka tersebut menunjukkan potensi event sebagai pengungkit ekonomi daerah. Namun, besarnya dampak ekonomi perlu dilihat bersama pemerataan manfaatnya, termasuk sejauh mana transaksi yang tercipta benar-benar dirasakan pelaku usaha lokal dan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Karena itu, evaluasi penyelenggaraan event menjadi penting untuk memastikan program tidak hanya menghasilkan jumlah pengunjung yang tinggi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.
Ketahanan Pariwisata di Tengah Ketidakpastian Global
Penguatan event daerah berjalan seiring dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan. Kemenpar melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,58 juta, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Agustus 2026 saja, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 1,60 juta, meningkat 6,27 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini berlangsung di tengah ketidakpastian global dan dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi mobilitas wisatawan. Diversifikasi pasar serta penguatan perjalanan wisata domestik menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sektor pariwisata.
Meski demikian, pertumbuhan jumlah kunjungan perlu diimbangi peningkatan kualitas layanan, keselamatan wisatawan, kesiapan infrastruktur, serta pengelolaan destinasi yang memperhatikan daya dukung lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat.
UMKM dan Masyarakat Menjadi Ukuran Keberhasilan
Keterlibatan ribuan UMKM dan pekerja seni dalam event KEN memperlihatkan peluang bagi produk lokal, kuliner, kerajinan, dan pertunjukan budaya untuk memperoleh pasar yang lebih luas.
Agar dampaknya berkelanjutan, penyelenggara dan pemerintah daerah perlu memastikan pelaku usaha lokal memperoleh akses yang adil, promosi dilakukan secara efektif, serta evaluasi ekonomi dilaksanakan secara transparan.
Dengan pendekatan tersebut, event terkurasi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing destinasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pemerataan ekonomi.
Keberhasilan program pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya event yang terselenggara atau pengunjung yang hadir, melainkan juga oleh besarnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan kemampuan daerah mempertahankan dampak positif setelah kegiatan berakhir.
(Red-Garudasatunews)














