Kemenhaj Bidik Ekspor Patin Tulungagung ke Arab Saudi

oleh -33 Dilihat
oleh
Kemenhaj Bidik Ekspor Patin Tulungagung ke Arab Saudi
Kemenhaj Bidik Ekspor Patin Tulungagung ke Arab Saudi
banner 468x60

TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) membuka peluang ekspor ikan patin asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi haji sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari negara lain.

Kunjungan kerja Kemenhaj RI ke Kabupaten Tulungagung pada Rabu (29/7/2026) difokuskan untuk menyerap potensi komoditas ikan patin unggulan daerah agar dapat masuk dalam rantai pasok kebutuhan katering jemaah Indonesia di Tanah Suci. Rombongan diterima langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., di Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi (PEE) Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Dr. Tr. Tri Hidayatno, S.ST., M.AP., mengatakan kebutuhan konsumsi ikan bagi jutaan jemaah haji dan umrah merupakan peluang ekonomi yang sangat besar bagi sektor perikanan nasional.

Menurutnya, selama ini kebutuhan bahan baku pangan untuk layanan konsumsi jemaah Indonesia di Arab Saudi masih banyak dipenuhi dari negara lain, seperti Vietnam dan Thailand. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk mulai mengoptimalkan produk dalam negeri.

“Kami ingin mengubah pola tersebut. Selama masa tinggal di Arab Saudi, jemaah haji memperoleh layanan makan hingga 114 kali. Jika dihitung, kebutuhan ikan mencapai hampir 1.000 ton, belum termasuk kebutuhan jemaah umrah yang berlangsung sepanjang tahun,” ujar Tri Hidayatno.

Ia berharap mulai musim haji tahun 2027 kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari Indonesia, termasuk melalui sentra budidaya ikan patin di Kabupaten Tulungagung.

Kemenhaj RI juga mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi menerapkan standar ketat terhadap produk pangan yang akan masuk ke negaranya. Produk olahan dinilai memiliki peluang lebih besar dibandingkan komoditas ikan segar sehingga pelaku usaha perlu menyesuaikan proses produksi dengan standar ekspor yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, Kemenhaj RI merencanakan penyelenggaraan expo ekonomi haji serta registrasi platform digital oleh-oleh haji pada September 2026 guna memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan industri pengolahan pangan Indonesia.

Dari sisi pemerintah daerah, Pj. Sekda Tulungagung Tri Hariadi menyambut positif peluang tersebut karena dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sektor perikanan, UMKM, serta industri kecil menengah di daerah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya pada ketersediaan produksi, melainkan pemenuhan standar internasional, sistem tata kelola usaha, hingga proses sertifikasi yang menjadi syarat memasuki pasar ekspor.

“Kesempatan ini sangat baik bagi Kabupaten Tulungagung. Apabila mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh pembudidaya, UMKM, dan IKM, maka akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Tri Hariadi.

Ia berharap Kemenhaj RI tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memberikan pendampingan teknis, kurasi produk, serta fasilitasi sertifikasi agar komoditas Tulungagung memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh pasar Arab Saudi.

Dari sudut pandang pengembangan ekonomi daerah, peluang masuknya ikan patin Tulungagung ke dalam ekosistem ekonomi haji dinilai dapat menjadi momentum peningkatan daya saing produk perikanan nasional. Meski demikian, keberhasilan program tersebut akan bergantung pada kesiapan kapasitas produksi, konsistensi kualitas, pemenuhan standar ekspor, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Usai melakukan audiensi di Kantor Pemkab Tulungagung, tim Kemenhaj RI meninjau langsung Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pembudidaya ikan patin guna memverifikasi kapasitas produksi di lapangan. Rombongan juga mengunjungi salah satu produsen abon terbesar di Tulungagung yang diproyeksikan bergabung dalam platform Haji dan Umrah Store sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji berbasis produk lokal. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.