JAKARTA, Garudasatunews.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Program berbasis digital tersebut membuka akses bagi guru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi tanpa terkendala jarak, waktu, maupun biaya perjalanan. Jum’at (10/07/26).
Peluncuran program dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah menempatkan peningkatan kapasitas guru sebagai salah satu langkah strategis menghadapi transformasi pendidikan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital.
Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menegaskan guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga pembentuk karakter peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi dinilai menjadi kebutuhan yang harus terus dilakukan agar proses pembelajaran mampu mengikuti perkembangan zaman.
Melalui kanal Ruang GTK, guru dapat mengakses modul pembelajaran, video interaktif, serta mengikuti webinar bersama fasilitator. Skema pelatihan dirancang agar pendidik tetap dapat mengikuti pengembangan kompetensi tanpa meninggalkan tugas mengajar di sekolah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan pelaksanaan PM-KKA yang telah dimulai sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan implementasi. Pada 2026, fokus program diarahkan pada penerapan pembelajaran berbasis mata pelajaran sekaligus memperkuat peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai ruang kolaborasi dan inovasi pembelajaran.
Menurut Nunuk, pemerintah ingin memastikan konsep Pembelajaran Mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan tidak berhenti sebagai kebijakan administratif, melainkan benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar di ruang kelas.
Kemendikdasmen menerapkan dua jalur pelatihan. Jalur pertama dilaksanakan secara luring melalui forum kelompok kerja dengan pendekatan Teacher Experimental Training (TET), yang menempatkan sekolah sebagai laboratorium pembelajaran. Guru didorong merancang solusi atas persoalan pembelajaran di kelas, menerapkannya, kemudian melakukan evaluasi bersama rekan sejawat melalui pemanfaatan Hari Belajar Guru yang dijadwalkan satu kali setiap pekan.
Jalur kedua dilaksanakan secara daring melalui Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Selain fitur Pelatihan Mandiri, pemerintah juga menyediakan skema Diklat Bauran berbasis Learning Management System (LMS) yang mengombinasikan pembelajaran mandiri dengan pendampingan fasilitator secara daring.
Kemendikdasmen menargetkan program PM-KKA tahun 2026 menjangkau lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari sekitar 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Target tersebut diharapkan mempercepat pemerataan peningkatan kompetensi guru sekaligus mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di kalangan guru sebagai kompetensi yang dinilai semakin relevan dalam mendukung proses pembelajaran di era digital.
Keberhasilan implementasi program tersebut selanjutnya akan bergantung pada tingkat partisipasi guru, efektivitas pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Pemerintah menyatakan pengembangan kompetensi guru tetap menjadi salah satu langkah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
(Red-Garudasatunews)
















