Kemenag Sumenep Imbau Warga Tak Gelar Konvoi Berlebihan Saat Sambut Jemaah Haji

oleh -49 Dilihat
oleh
banner 468x60

​SUMENEP, Garudasatunews.id — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penyambutan secara berlebihan terhadap jemaah haji yang akan segera kembali dari Tanah Suci.

​Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya tradisi konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat yang hampir selalu terjadi dan memadati jalan protokol setiap musim pemulangan jemaah haji di Sumenep.

 

​Kepala Kemenag Sumenep, Ahmad Halimy, memahami bahwa konvoi penjemputan telah menjadi tradisi turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur keluarga. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

​”Konvoi memang sudah menjadi tradisi masyarakat saat menyambut jemaah haji. Tetapi kami berharap tidak dilakukan secara berlebihan,” ujar Halimy di Sumenep, Jumat (5/6/2026).

 

​Batasi Jumlah Kendaraan demi Keselamatan Publik :

​Jika tradisi tersebut sulit dihentikan sepenuhnya, Halimy meminta pihak keluarga untuk setidaknya membatasi jumlah kendaraan yang ikut dalam iring-iringan. Ia mengingatkan bahwa euforia kebahagiaan tetap harus berjalan selaras dengan penghormatan terhadap hak-hak pengguna jalan lain.

 

​Beberapa poin krusial yang ditekankan oleh Kepala Kemenag Sumenep antara lain:

– ​Prioritas Keselamatan: Keselamatan pengguna jalan harus berada di atas kemeriahan seremonial penyambutan.

– ​Kepatuhan Rambu: Peserta penjemputan dilarang keras melanggar rambu lalu lintas atau menggunakan jalur jalan secara sembarangan.

– ​Edukasi Penjemput: Menghindari tindakan ugal-ugalan yang berpotensi memicu kecelakaan fatal.

 

​”Kami tentu tidak ingin sampai terjadi kemacetan panjang yang merugikan masyarakat luas, apalagi sampai menimbulkan kecelakaan dan memakan korban jiwa,” tegasnya.

 

​Dorong Langkah Preventif dari Kepolisian

​Mengingat volume kendaraan penjemput biasanya melonjak tajam terutama bagi jemaah yang berasal dari wilayah pedesaan Kemenag Sumenep berharap aparat kepolisian dapat melakukan langkah-langkah preventif di lapangan.

​”Kami berharap ada pengawasan dan langkah pencegahan dari kepolisian, agar kegiatan penjemputan tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” tambah Halimy.

 

Ia berharap momentum kepulangan ini tetap murni menjadi momen kebahagiaan tanpa menyisakan masalah baru di jalan raya.

 

​Sebagai informasi, jemaah haji asal Kabupaten Sumenep dijadwalkan mulai tiba di Indonesia pada 21 Juni 2026. Sejumlah kelompok terbang (kloter) asal Sumenep ini akan mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju kampung halaman masing-masing.(frq)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.