MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Ancaman kemarau berkepanjangan hingga melewati Desember menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di tengah potensi keterbatasan air tersebut, tujuh unit alat dan mesin pertanian (alsintan) disalurkan kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mojokerto untuk menjaga produktivitas pertanian.
Bantuan tersebut terdiri dari lima unit pompa air dan dua unit combine harvester. Penyerahan dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/10/2026).
Khofifah mengingatkan petani agar tidak menganggap ancaman kekeringan sebagai persoalan jangka pendek. Menurutnya, potensi kemarau yang dapat berlangsung hingga melewati Desember membutuhkan kesiapan sumber air sekaligus optimalisasi sarana pertanian.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak sekitar 6 September 2026. OMC dilakukan ketika terdapat informasi pergerakan awan yang memungkinkan untuk dipicu menjadi hujan.
Meski pelaksanaan OMC terpantau menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemanfaatan sumur dan pompa air menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Dari tujuh alsintan yang disalurkan, pompa air diberikan kepada beberapa kelompok tani di Kecamatan Kutorejo dan Trowulan. Sementara dua unit combine harvester diperuntukkan bagi kelompok tani di Kecamatan Bangsal dan Mojosari.
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian menyebut bantuan tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, kebutuhan mempercepat panen hingga keterbatasan air saat musim kemarau.
Penggunaan combine harvester juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi panen. Selain mempercepat proses panen, alat tersebut diharapkan mampu menekan kehilangan hasil, mengurangi kebutuhan tenaga kerja serta biaya produksi.
Sementara pompa air diarahkan untuk membantu pengairan lahan pertanian yang menghadapi keterbatasan sumber air. Dengan kondisi kemarau yang berpotensi lebih panjang, keberadaan pompa menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertahankan keberlangsungan produksi pertanian.
Namun, efektivitas bantuan tersebut bergantung pada pengelolaan di tingkat kelompok tani. Pemerintah daerah mengingatkan agar alsintan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal, termasuk melalui pengelolaan bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan petani lain yang membutuhkan.
Pada 2026, Pemprov Jatim mengalokasikan 341 unit alsintan, terdiri atas 231 unit alat prapanen dan 110 unit alat pascapanen. Kabupaten Mojokerto memperoleh tujuh unit yang disalurkan kepada tujuh kelompok tani.
Penyaluran alsintan tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian sekaligus mitigasi menghadapi ancaman kekeringan. Tantangannya kini bukan hanya memastikan bantuan sampai kepada penerima, tetapi juga memastikan alat benar-benar berfungsi, terawat, dan mampu menjaga produktivitas petani ketika pasokan air semakin terbatas.
Kegiatan penyerahan alsintan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diperingati pada 12 Oktober 2026.
(Red-Garudasatunews)













