Kemarau Panjang Hantam Sumenep, 62 Desa di Daratan dan Kepulauan Krisis Air

oleh -19 Dilihat
oleh
IMG-20260907-WA0014
IMG-20260907-WA0014
banner 468x60

 

SUMENEP, Garudasatunews.id — Dampak musim kemarau di Kabupaten Sumenep, Madura, makin memprihatinkan. Hingga akhir Agustus 2026, krisis air bersih dilaporkan telah meluas ke 62 desa yang tersebar di 19 kecamatan.

 

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Kadir, merinci bahwa wilayah terdampak mencakup 34 desa di kawasan daratan dan 28 desa di wilayah kepulauan.

 

“Kekeringan sudah meluas menjadi 62 desa di 19 kecamatan. Di wilayah kepulauan juga cukup banyak yang terdampak kekeringan,” ujar Kadir, Minggu (6/9/2026).

 

Merespons situasi mendesak ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan melalui Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/254/KEP/013/2026. Kebijakan yang ditetapkan pada 19 Agustus 2026 tersebut berlaku selama empat bulan ke depan.

 

Kadir menjelaskan, penetapan status ini krusial mengingat eskalasi wilayah yang terus bertambah. Langkah ini sekaligus menjadi Payung Hukum untuk memangkas birokrasi dan mempercepat distribusi bantuan air bersih ke masyarakat.

 

“Status tanggap darurat ini ditetapkan karena cakupan wilayah terdampak terus bertambah. Kami akan memprioritaskan penanganan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya.

 

Saat ini, BPBD Sumenep tengah memfokuskan pengiriman armada bantuan air bersih ke titik-titik krusial, dengan perhatian khusus pada kawasan kepulauan yang membutuhkan penanganan intensif. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.