Kebakaran Jombang Tewaskan ART, Akses Evakuasi Dipertanyakan

oleh -34 Dilihat
oleh
Kebakaran Jombang Tewaskan ART, Akses Evakuasi Dipertanyakan
Korban meninggal akibat kebakaran berada di kamar jenazah RSUD Jombang, Sabtu (18/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Kebakaran rumah dua lantai di Jl Adityawarman, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jumat malam (17/4/2026) sekitar pukul 23.58 WIB, menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya pingsan. Insiden ini memunculkan sorotan terhadap sistem keselamatan bangunan dan akses evakuasi yang dinilai memperlambat penanganan.

Rumah milik Tomi Yulianto (43) tersebut dihuni tujuh orang, namun dua di antaranya terjebak saat api mulai membesar. Korban meninggal diketahui bernama Maya (23), seorang asisten rumah tangga, sementara korban selamat dalam kondisi pingsan adalah Sri Indah.

Menurut Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevi Maria alias Peppy, proses evakuasi berlangsung sulit akibat kondisi bangunan yang tertutup rapat. Pintu depan menggunakan model harmonika dan akses lantai dua juga dalam keadaan tertutup, sehingga memperlambat upaya penyelamatan.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan tepat saat kejadian harus menghadapi kepulan asap tebal yang sudah memenuhi seluruh bagian rumah saat tiba di lokasi. Minimnya ventilasi dan akses keluar masuk membuat tim terpaksa melakukan evakuasi melalui jalur tidak biasa.

“Petugas harus masuk melalui lantai dua karena akses utama tidak memungkinkan. Kondisi rumah memanjang dan tertutup membuat proses evakuasi lebih lama,” ungkap Peppy.

Warga sekitar awalnya mengira terjadi tindak kejahatan karena hanya melihat asap tebal tanpa kobaran api yang jelas, disertai teriakan minta tolong dari dalam rumah. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa korban terjebak akibat keterbatasan jalur evakuasi.

Kedua korban berhasil dievakuasi melalui atap rumah dan langsung dilarikan ke RSUD Jombang. Namun, nyawa salah satu korban tidak tertolong.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. BPBD Jombang melakukan kaji cepat untuk mengidentifikasi sumber api serta menghitung kerugian. Insiden ini kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan hunian, terutama terkait sistem ventilasi dan akses darurat yang krusial dalam situasi kebakaran.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.