Kebakaran Hutan Pinus Sumber Nogo, 0,2 Hektare Terdampak

oleh -41 Dilihat
oleh
Kebakaran Hutan Pinus Sumber Nogo, 0,2 Hektare Terdampaak
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan produksi pinus di wilayah Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026) malam.
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan produksi pinus BKPH Lawu Utara, RPH Campurejo, Petak 46 G, Blok Sumber Nogo, wilayah Dusun Tanon, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026) malam. Sekitar 0,2 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak kebakaran.

Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 18.35 WIB. Material yang terbakar meliputi pohon pinus, semak belukar, serasah hingga ranting-ranting kering yang berada di kawasan hutan.

Mendapat laporan kebakaran, personel Polsek Kendal bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Koramil Kendal, Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, BPBD Kabupaten Ngawi, Asper beserta jajaran, relawan, mitra penyadap, masyarakat sekitar hutan serta LMDH Ngrayudan Jogorogo bergerak melakukan upaya pemadaman.

Petugas gabungan membuat ilaran atau sekat bakar sebagai langkah memutus jalur rambatan api. Pemadaman juga dilakukan menggunakan dua unit kendaraan dari unsur pemadam kebakaran dan BPBD Kabupaten Ngawi.

Kerja bersama sejumlah unsur tersebut akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 20.50 WIB atau sekitar dua jam setelah kebakaran dilaporkan.

Meski api telah padam, personel gabungan tetap melakukan pemantauan dan bersiaga di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api sekaligus memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.

Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim melalui Kapolsek Kendal AKP Agus Pujiono mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika kondisi cuaca kering.

Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Warga juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi menghasilkan percikan api di kawasan hutan.

Selain tindakan pencegahan, masyarakat yang menemukan titik api maupun kepulan asap di kawasan hutan diminta segera melapor kepada petugas. Kecepatan informasi dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sejak dini sebelum api meluas ke area lain.

Peristiwa di kawasan Sumber Nogo sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kawasan hutan, khususnya ketika vegetasi dan material kering berpotensi menjadi media rambatan api. Namun, hingga informasi ini dihimpun, belum disebutkan secara pasti penyebab awal munculnya api sehingga diperlukan kehati-hatian agar tidak menarik kesimpulan sebelum terdapat hasil pemeriksaan petugas.

Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aparat, pengelola kawasan hutan dan masyarakat. Polres Ngawi mengapresiasi sinergi petugas kehutanan, relawan serta warga dalam proses pemadaman. Kolaborasi tersebut diharapkan terus terjaga untuk menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi kelestarian kawasan hutan Kabupaten Ngawi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.