Kebakaran Bromo Merembet Pasuruan, BPBD Siaga Penuh

oleh -23 Dilihat
oleh
Kebakaran Bromo Merembet Pasuruan, BPBD Siaga Penuh
Kebakaran Bromo Merembet Pasuruan, BPBD Siaga Penuh
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya terjadi di kawasan Gunung Bromo wilayah Kabupaten Lumajang kini meluas hingga memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan. Menyikapi perkembangan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengerahkan satu unit mobil tangki air dan personel tanggap darurat untuk mempercepat upaya pemadaman pada Minggu (9/8/2026).

Langkah cepat dilakukan guna mengantisipasi perluasan titik api yang berpotensi mengancam kawasan hutan, lahan konservasi, serta wilayah yang berada di sekitar jalur wisata Gunung Bromo. Selain menyiagakan sarana pendukung, BPBD juga menempatkan personel pada sejumlah titik strategis yang dinilai rawan menjadi jalur penyebaran api.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengatakan pihaknya telah mengerahkan enam personel BPBD yang bertugas bersama unsur relawan dan masyarakat untuk melakukan pemadaman serta pemantauan di lapangan.

“Untuk pemadaman dari Pasuruan kami kerahkan satu mobil tangki air yang disiagakan di Penanjakan dan Cemoro Lawang. Penanganan di lapangan melibatkan enam personel BPBD Pasuruan dengan dibantu banyak relawan, termasuk warga Desa Tangguh Wonokitri serta pecalang,” ujar Sugeng Hariadi.

Operasi penanganan karhutla tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan lokal, anggota Desa Tangguh Bencana (Destana) Wonokitri, hingga pecalang yang turut membantu proses pemadaman di medan yang dikenal sulit dijangkau kendaraan operasional.

Dari sudut pandang mitigasi bencana, keberadaan mobil tangki air di kawasan Penanjakan dan Cemoro Lawang menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan pasokan air bagi petugas. Fasilitas tersebut memungkinkan proses pembasahan dilakukan lebih cepat pada area yang masih dapat diakses kendaraan.

Sugeng menjelaskan, sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat menjadi kunci dalam menahan laju penyebaran api agar tidak bergerak lebih jauh menuju kawasan yang berisiko terdampak.

“Petugas di lapangan bersama warga desa tangguh bencana terus berjibaku memadamkan titik api agar tidak membesar. Kami mengimbau masyarakat dan relawan untuk tetap mengutamakan keselamatan saat melakukan pembasahan di lokasi,” tegasnya.

Sementara itu, dari sisi pengamanan kawasan, otoritas terkait mengambil langkah antisipatif dengan menutup seluruh akses masuk menuju kawasan Gunung Bromo dari empat wilayah kabupaten pada Minggu (9/8/2026). Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mendukung efektivitas operasi pemadaman sekaligus meminimalkan risiko terhadap masyarakat dan wisatawan.

Penutupan jalur wisata dan pendakian juga memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi tim gabungan dalam melakukan pemadaman, pemetaan titik api, serta pengawasan terhadap kemungkinan munculnya titik panas baru akibat kondisi cuaca dan vegetasi kering di kawasan terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, BPBD Kabupaten Pasuruan bersama relawan dan unsur masyarakat masih berada dalam status siaga penuh. Pemantauan terhadap perkembangan titik api terus dilakukan secara berkala guna memastikan kebakaran tidak semakin meluas dan dapat segera dikendalikan.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan penutupan kawasan serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan instansi terkait selama proses penanganan karhutla berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.