Karhutla Bromo Tewaskan Empat Orang, Khofifah Sampaikan Duka

oleh -40 Dilihat
oleh
Karhutla Bromo Tewaskan Empat Orang, Khofifah Sampaikan Duka
Empat Orang Gugur dalam Pemadaman Karhutla Bromo, Khofifah Berduka
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman, Kamis (15/10/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus memberikan penghormatan atas pengabdian para petugas dan relawan yang gugur saat menjalankan tugas.

Empat korban meninggal dunia terdiri atas dua petugas Balai Besar TNBTS, yakni Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), yang bekerja sebagai petugas keamanan hotel setempat. Hendra meninggal dunia saat menjalani perawatan medis setelah mengalami luka bakar serius.

Khofifah menilai pengorbanan para korban mencerminkan dedikasi dalam penanganan bencana dan perlindungan kawasan hutan. Mereka berupaya memadamkan api untuk mencegah kebakaran meluas, meski menghadapi risiko keselamatan yang tinggi.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para petugas dan relawan yang tengah berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Doa terbaik saya haturkan bagi para korban yang meninggal dunia, serta keluarga yang ditinggalkan,” demikian pernyataan Khofifah sebagaimana diberitakan media setempat.

Enam Orang Terdampak Saat Pemadaman

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika tim gabungan berupaya menangani kebakaran di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura. Tim yang berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel.

Sekitar pukul 13.30 WIB, situasi berubah berbahaya ketika sejumlah personel dilaporkan terjebak kepulan asap pekat dan kobaran api yang membesar. Angin kencang serta vegetasi kering diduga mempercepat penyebaran api sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.

Dari enam orang yang terdampak dalam insiden tersebut, empat meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar serius. Para korban luka mendapatkan penanganan medis, sementara proses evakuasi menghadapi kendala medan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan.

Penyelidikan Penyebab Insiden Jadi Perhatian

Kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian, penyebab kebakaran, serta faktor yang menyebabkan para petugas dan relawan terjebak saat pemadaman berlangsung. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi dilakukan guna mengumpulkan bukti.

Aspek keselamatan personel, kesiapan menghadapi perubahan arah angin, jalur evakuasi, dan koordinasi tim menjadi bagian penting yang perlu dicermati dalam evaluasi penanganan karhutla. Namun, dugaan kelalaian maupun kemungkinan pelanggaran hukum harus menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum dapat disimpulkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran di kawasan konservasi membutuhkan kesiapsiagaan, pemantauan kondisi lapangan, peralatan keselamatan memadai, serta prosedur evakuasi yang efektif.

Khofifah Berharap Keluarga Korban Mendapat Dukungan

Khofifah turut mendoakan agar korban luka segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi kehilangan. Ia menegaskan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang di garis depan untuk melindungi kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

Tragedi karhutla Bromo tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi perhatian terhadap pentingnya perlindungan petugas dan relawan dalam setiap operasi penanggulangan bencana. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar risiko serupa dapat ditekan dalam penanganan kebakaran berikutnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.