Joki UTBK Terbongkar, UPN Perketat Pengawasan

oleh -33 Dilihat
oleh
Joki UTBK Terbongkar, UPN Perketat Pengawasan
Tim SNPMB Pusat melakukan monitoring pelaksanaan UTBK di UPN Veteran Jatim, Minggu (26/4/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur memperketat pengawasan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) setelah temuan praktik joki pada hari pertama ujian. Temuan tersebut memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan yang sebelumnya dinilai masih memiliki celah.

Rektor UPN Veteran Jatim, Prof. Akhmad Fauzi, mengungkapkan pengetatan dilakukan dengan menambah indikator pemeriksaan, tidak hanya sebatas pengecekan fisik dan barang bawaan. Panitia kini menerapkan verifikasi identitas melalui pertanyaan acak guna menguji kesesuaian dokumen dengan peserta yang hadir.

Langkah ini sekaligus mengindikasikan adanya potensi kelemahan dalam mekanisme identifikasi sebelumnya. Fauzi menegaskan, pengawasan internal turut diperketat untuk mencegah keterlibatan oknum dari dalam. Penempatan pengawas di lokasi ujian kini diatur lebih dinamis.

“Setiap pengawas kami berikan kesempatan menjaga dua kali, dan ditempatkan pada ruang yang berbeda,” ujar Fauzi, Minggu (26/4/2026).

Sistem rotasi pengawas diterapkan untuk menghindari pola statis yang berpotensi dimanfaatkan dalam praktik kecurangan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini terhadap indikasi pelanggaran yang terorganisir.

Di sisi lain, langkah UPN Veteran Jatim mendapat perhatian dari Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Pusat yang melakukan monitoring langsung di lokasi. Kehadiran tim pusat ini menjadi indikasi seriusnya persoalan kecurangan UTBK yang terjadi secara nasional.

Anggota Tim Penanggungjawab SNPMB, Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, menyatakan sistem pemeriksaan di lokasi tersebut berjalan efektif. Ia menilai kesiapan panitia terlihat sejak tahap awal, termasuk dalam memberikan pengarahan tata tertib kepada peserta sebelum ujian berlangsung.

“Proses persiapan UTBK berjalan sangat baik,” kata Tjitjik.

Namun demikian, data pusat menunjukkan praktik kecurangan bukan kasus tunggal. Hingga hari ketiga pelaksanaan UTBK, tercatat sedikitnya 39 kasus pelanggaran dengan berbagai modus di sejumlah titik lokasi ujian.

Modus yang teridentifikasi mencakup penggunaan perangkat digital tersembunyi, pemalsuan identitas peserta, hingga upaya pengambilan foto soal ujian. Fakta ini menguatkan dugaan adanya pola kecurangan yang terorganisir dan memanfaatkan celah pengawasan.

Panitia memastikan seluruh pelaku akan dikenai sanksi tegas berupa diskualifikasi dari proses SNPMB. Selain itu, temuan kasus juga akan diproses melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai upaya memberikan efek jera dan menjaga integritas sistem seleksi nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.