Job Fair Mojokerto Buka 1.258 Lowongan Kerja

oleh -30 Dilihat
oleh
Job Fair Mojokerto Buka 1.258 Lowongan Kerja
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra saat membuka Job Fair 2026 di SMK Negeri 1 Jetis.
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto membuka akses kesempatan kerja melalui Job Fair Kabupaten Mojokerto 2026 yang digelar di SMK Negeri 1 Jetis, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang dibuka Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa itu diikuti 28 perusahaan dengan menyediakan 1.258 lowongan kerja bagi para pencari kerja.

Dari total lowongan tersebut, sebanyak 647 posisi diperuntukkan bagi laki-laki dan 611 posisi bagi perempuan. Bidang pekerjaan yang tersedia cukup beragam, antara lain pemasaran, produksi, makanan dan minuman, influencer, kreator konten, teknologi informasi, keuangan, teknik dan perbengkelan, jasa profesional, penerjemah hingga instruktur.

Besarnya jumlah lowongan tersebut berhadapan dengan tingginya animo pencari kerja. Data pendaftaran mencatat 1.493 pencari kerja mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 1.010 orang atau 67,6 persen merupakan laki-laki, sedangkan 483 orang atau 32,4 persen perempuan.

Dari sisi asal daerah, 946 pencari kerja atau 63,4 persen berasal dari Kabupaten Mojokerto. Sementara 547 orang atau 36,6 persen berasal dari luar daerah. Lulusan SMK menjadi kelompok terbesar berdasarkan pendidikan, yakni sekitar 946 orang atau 63,3 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan kuat terhadap akses informasi dan kesempatan kerja. Namun, banyaknya lowongan tidak otomatis menjamin seluruh pencari kerja terserap. Kesesuaian kompetensi, proses seleksi, serta kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan tetap menjadi faktor penentu dalam proses penempatan tenaga kerja.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan pertumbuhan investasi dan perkembangan dunia usaha perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh peluang kerja dan penghidupan yang layak.

Ia juga meminta perusahaan peserta memberikan informasi lowongan secara jelas serta melaksanakan proses seleksi secara terbuka dan adil. Pemerintah berharap Job Fair tidak berhenti pada pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja, tetapi menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara nyata.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati menyampaikan, Job Fair diselenggarakan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus mempercepat proses penempatan tenaga kerja.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati menekankan pentingnya kompetensi, karakter, komunikasi dan kemauan untuk terus belajar. Dunia pendidikan juga didorong memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.

Job Fair 2026 menjadi salah satu langkah Pemkab Mojokerto dalam memperluas kesempatan kerja dan memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, pemerintah dan dunia usaha. Tantangan berikutnya adalah memastikan 1.258 lowongan yang tersedia benar-benar berujung pada penempatan tenaga kerja, sehingga manfaat kegiatan dapat diukur dari jumlah pencari kerja yang terserap, bukan hanya dari jumlah perusahaan dan lowongan yang dibuka.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.