Jember Berangkatkan 2.956 Jemaah, Risti Disorot

oleh -22 Dilihat
oleh
Jember Berangkatkan 2.956 Jemaah, Risti Disorot
2.956 Orang Jemaah Haji Berangkat dari Jember
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Sebanyak 2.956 jemaah haji asal Kabupaten Jember dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 14–16 Mei 2026, dengan potensi penambahan kuota menjadi 2.959 orang jika tiga calon jemaah cadangan resmi memperoleh surat keputusan pemberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, menyebut jumlah tersebut menjadi yang terbesar di Jawa Timur tahun ini. Namun, dinamika data jemaah masih terjadi menjelang keberangkatan, termasuk pergantian akibat jemaah yang meninggal dunia.

Tercatat enam calon jemaah wafat sebelum keberangkatan. Meski ada anggota keluarga yang siap menggantikan, proses administrasi pelimpahan kursi haji tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, sehingga penggantian baru bisa direalisasikan pada musim haji berikutnya.

Dari sisi demografi, jemaah tertua berusia 99 tahun asal Kecamatan Puger, sementara yang termuda berusia 14 tahun dari Kecamatan Sumbersari. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

Data internal mencatat sekitar 350 jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti). Identifikasi dilakukan melalui penandaan khusus pada kartu identitas, yang menjadi acuan petugas kloter, embarkasi, hingga petugas di Arab Saudi dalam melakukan pengawasan dan pendampingan intensif.

Selain jemaah, sebanyak 31 petugas haji turut diberangkatkan, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis, dan paramedis. Namun, rasio jumlah petugas terhadap jemaah risti memunculkan pertanyaan terkait kesiapan layanan kesehatan di lapangan.

Seluruh jemaah akan dibekali gelang identitas dan kartu nusuk (smart card) sebagai syarat akses ke sejumlah area utama seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta kawasan Armuzna. Sistem ini menjadi bagian dari pengendalian mobilitas jemaah selama di Arab Saudi.

Pemberangkatan dipusatkan di Kecamatan Tanggul, dengan pertimbangan efisiensi jarak bagi jemaah dari wilayah barat Jember. Kebijakan ini menggantikan skema lama yang terpusat di depan kantor Pemkab Jember.

Pemerintah daerah mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah. Namun, tingginya jumlah jemaah lanjut usia dan kategori risti menuntut kesiapan ekstra dari seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan selama pelaksanaan haji.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.