Jembatan Maut Sampang Akhirnya Dibangun

oleh -48 Dilihat
oleh
Jembatan Maut Sampang Akhirnya Dibangun
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti saat peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ihdinas Sirotol Mustaqim di Sampang.
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ihdinas Sirotol Mustaqim di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Minggu (24/5/2026). Pembangunan jembatan tersebut dilakukan setelah akses lama disebut telah berulang kali memakan korban jiwa.

Agenda peresmian itu turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sampang, Mughni Musa, Wakapolres Sampang, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karang Penang, serta masyarakat setempat yang selama ini menggantungkan aktivitas harian pada jalur penghubung antar dusun tersebut.

Ketua PCM Karang Penang, R. Dhahibur Rahman Babmas mengungkapkan, pembangunan jembatan permanen tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena akses lama dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama para pelajar yang setiap hari harus melintasi sungai untuk menuju sekolah.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir jalur penghubung itu kerap menimbulkan kecelakaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Kondisi tersebut memicu dorongan percepatan pembangunan infrastruktur yang lebih aman dan layak digunakan masyarakat.

“Semoga dengan adanya pembangunan jembatan ini kejadian yang pernah terjadi tidak akan terulang kembali dan bisa memperlancar akses utamanya untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, konstruksi yang dibangun bukan lagi jembatan gantung sederhana, melainkan jembatan kategori kelas 3C yang diklaim memiliki daya tahan lebih kuat serta mampu digunakan kendaraan roda empat maupun kendaraan dengan kapasitas beban besar.

Pembangunan jembatan itu disebut memperoleh dukungan anggaran dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan total nilai mencapai sekitar Rp800 juta.

“Jembatan ini dirancang agar kuat digunakan kendaraan roda empat hingga kendaraan dengan kapasitas beban lebih besar,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan pembangunan akses penghubung antar dusun menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas pendidikan masyarakat, khususnya bagi pelajar yang selama ini harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi sungai.

Ia juga menilai pembangunan infrastruktur desa menuju fasilitas pendidikan sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar pemerataan akses pendidikan dapat diwujudkan hingga wilayah pelosok.

“Semoga pembangunan jembatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya warga sekitar,” tandasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.