Jembatan Garuda Banyuwangi Dibuka, Akses Warga Terpangkas

oleh -196 Dilihat
oleh
Jembatan Garuda Banyuwangi Dibuka, Akses Warga Terpangkas
Peresmian jembatan gantung di Desa Seneporejo.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Bango, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi resmi dioperasikan setelah rampung dibangun oleh TNI AD. Infrastruktur tersebut digadang-gadang mempercepat akses pendidikan, aktivitas ekonomi, serta mobilitas warga yang sebelumnya harus memutar jauh bahkan menyeberangi sungai.

Peresmian jembatan gantung itu dilakukan Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya bersama masyarakat setempat, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi MY Bramuda, perwakilan Forkopimda, camat, serta kepala desa dari wilayah sekitar.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program nasional pembangunan 200 jembatan perintis yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah sebagai upaya membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi.

Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menjelaskan jembatan gantung itu dibangun melintasi Sungai Bango yang memiliki lebar sekitar 34 meter. Jembatan tersebut memiliki bentangan sepanjang 50 meter dengan lebar akhir 1,60 meter.

“Awalnya lebar jembatan dirancang 1,20 meter. Namun atas masukan masyarakat kami tambah masing-masing 20 sentimeter di sisi kanan dan kiri agar lebih nyaman dilalui,” ujarnya.

Jembatan ini menghubungkan Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung dengan Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Sebelum infrastruktur tersebut dibangun, warga harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Triyadi mengungkapkan pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu 41 hari, dimulai sejak 10 Januari hingga 20 Februari 2026. Proses pengerjaan melibatkan prajurit TNI bersama masyarakat yang bekerja secara bergantian selama 24 jam.

“Kami membagi anggota dalam empat sif kerja. Ini murni pengabdian agar hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menilai keberadaan jembatan tersebut akan memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh untuk menuju sekolah dan tempat mengaji.

“Sekarang anak-anak bisa lebih cepat ke sekolah dan tempat mengaji. Akses warga ke sawah dan ladang juga menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Selain mempersingkat mobilitas warga, jembatan tersebut juga diperkirakan mendorong aktivitas ekonomi di kawasan tersebut karena distribusi hasil pertanian dan mobilitas barang menjadi lebih lancar.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi MY Bramuda mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

Menurutnya, selama ini TNI kerap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan di wilayah yang membutuhkan akses dasar, terutama daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Ini bukti negara hadir menjawab kebutuhan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat. Pemerintah daerah siap mendukung program seperti ini,” ujarnya.

Salah satu warga Desa Seneporejo, Maryam (70), mengaku keberadaan jembatan tersebut telah lama dinantikan warga karena mempermudah aktivitas sehari-hari.

“Dulu kalau ke sawah atau anak mau ngaji harus menyeberangi sungai atau muter jauh. Sekarang sudah enak, tidak perlu muter lagi. Terima kasih TNI,” katanya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.