Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Anjlok Sesaat Usai Diresmikan, Warga Desak Evaluasi Total Konstruksi

oleh -50 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGANDARAN, Garudasatunews.id — Insiden tak terduga mewarnai peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (30/8/2026) sore. Jembatan sepanjang 60 meter tersebut mengalami kerusakan fatal sesaat setelah diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.

Struktur jembatan mendadak anjlok saat melayani pergerakan sekitar 50 orang yang tengah melintas. Rombongan tersebut mencakup Bupati Citra Pitriyami, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Senjaya, serta Dandim 0626/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian kapasitas (overload).

Peristiwa bermula ketika rombongan pejabat daerah mencoba melintasi jembatan usai prosesi peresmian. Salah satu angkur penahan jembatan dilaporkan patah hingga memicu penurunan struktur secara mendadak.

Meski tidak menelan korban jiwa, sejumlah pejabat dilaporkan mengalami luka ringan. Kepala Dinas PU mengalami luka lecet, sementara Bupati Citra sempat mengalami syok dan luka memar akibat benturan kawat sling.

Warga setempat, Asep Dani, membenarkan kejadian mencekam tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Jembatan patah sesaat setelah diresmikan Bupati Pangandaran,” ujarnyanya saat dikonfirmasi via pesan singkat.

Kabag Humas Pemda Pangandaran, Raden Detty Marieta, memastikan kondisi Bupati telah stabil dan kembali beraktivitas normal.
“Aman, tidak ada korban. Bupati hanya kena kawat dan memar di bagian tangan,” jelas Detty. Terkait teknis pemicu kerusakan, pihak Humas mengarahkan konfirmasi lebih lanjut ke dinas teknis terkait.

Jembatan gantung berjarak 30–40 meter di atas permukaan sungai ini merupakan akses vital penghubung Desa Margacinta dan Desa Cibanten (Kecamatan Cijulang) dengan Desa Cimindi (Kecamatan Cigugur). Infrastruktur ini awalnya diproyeksikan untuk mempermudah mobilitas warga serta akses wisatawan menuju Kampung Budaya Margacinta.

Saat ini, pihak berwenang tengah mendalami penyebab pasti rusaknya jembatan, baik dari faktor kualitas material, kegagalan konstruksi, maupun ambatan beban teknis. Warga mengimbau pemerintah setempat segera melakukan evaluasi total dan menutup akses lintasan hingga dipastikan aman sepenuhnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.