Insinyur Jatim Disorot, Profesionalisme Dipertanyakan

oleh -35 Dilihat
oleh
Insinyur Jatim Disorot, Profesionalisme Dipertanyakan
Wagub Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri Muswil PII, Minggu (10/5/2026)
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Profesionalisme dan kompetensi insinyur di Jawa Timur menjadi sorotan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur 2026 di Ballroom The Alana Hotel Malang, Minggu (10/5/2026). Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pembangunan Jawa Timur menuju “Gerbang Nusantara” tidak akan tercapai tanpa dukungan insinyur yang profesional dan tersertifikasi.

Dalam forum tersebut, Emil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan PII untuk memastikan pembangunan infrastruktur serta tata kelola wilayah berjalan sesuai standar profesional. Ia mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga insinyur, menjadi faktor utama dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Profesionalisme insinyur harus dijunjung tinggi. Pemerintah harus memberi keteladanan agar kompetensi dan standar keahlian benar-benar diterapkan,” tegas Emil.

Ia juga mengungkapkan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut para insinyur terus memperbarui kompetensi dan sertifikasi profesinya agar tidak tertinggal dengan kebutuhan pembangunan modern.

Muswil PII Jatim 2026 turut dihadiri Ketua PII Jawa Timur Gentur Prihantono, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Sekretaris Jenderal PII Pusat Teguh Haryono, serta anggota DPR RI Heru Tjahjono.

Dalam forum itu, muncul perhatian serius terkait masih adanya tenaga insinyur yang bekerja tanpa sertifikasi resmi. Ketua PII Jawa Timur Gentur Prihantono menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus segera dibenahi karena menyangkut kualitas pekerjaan dan keselamatan publik.

“Masih banyak aduan terkait tenaga insinyur yang belum tersertifikasi. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Gentur.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga menyoroti persoalan tata ruang dan infrastruktur perkotaan yang dinilai membutuhkan penanganan lintas disiplin dan keterlibatan tenaga ahli profesional.

Sementara itu, Sekjen PII Pusat Teguh Haryono menegaskan bahwa kewenangan penerbitan sertifikasi profesi insinyur secara hukum berada di bawah PII sebagaimana diatur dalam undang-undang keinsinyuran. Ia menegaskan profesi insinyur tidak hanya terbatas pada teknik sipil, melainkan mencakup 27 bidang keahlian yang saling terintegrasi.

Muswil tersebut juga menghasilkan keputusan politik organisasi dengan kembali terpilihnya Gentur Prihantono sebagai Ketua PII Wilayah Jawa Timur masa bakti 2026-2029 setelah unggul dalam pemilihan yang diikuti tiga calon ketua.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.