Insentif Guru Rohani Lintas Agama Banyuwangi Ditingkatkan

oleh -26 Dilihat
oleh
Insentif Guru Rohani Lintas Agama Banyuwangi Ditingkatkan
Bupati Ipuk saat memberikan insentif guru rohani di Banyuwangi
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyerahkan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (8/9/2026). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter, spiritualitas, serta motivasi belajar generasi muda.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan insentif tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran guru rohani yang selama ini turut memberikan pendidikan keagamaan melalui lembaga pendidikan nonformal.

Para penerima berasal dari pengajar agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu, termasuk yang mengajar di sekolah minggu, vihara, serta lembaga keagamaan lainnya. Setiap guru rohani memperoleh insentif sebesar Rp700 ribu per tahun.

Ipuk mengakui besaran bantuan tersebut masih dipengaruhi kemampuan fiskal daerah. Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang evaluasi agar dukungan terhadap guru rohani dapat ditingkatkan apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.

“Mohon maaf karena anggaran yang terbatas, kami harus menyesuaikan. Namun ini kami jadikan evaluasi. Saat fiskal daerah lebih baik, porsi untuk guru-guru rohani juga kami upayakan semakin baik,” ujar Ipuk.

Di sisi lain, pemberian insentif tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai bantuan finansial. Pemkab Banyuwangi mendorong guru rohani mengambil peran lebih besar sebagai teladan dan motivator bagi anak-anak.

Ipuk meminta para guru terus memberikan dorongan agar peserta didik memiliki semangat belajar dan melanjutkan pendidikan. Menurutnya, persoalan anak tidak bersekolah tidak selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi dalam sejumlah kasus juga dipengaruhi rendahnya motivasi.

“Saat mengajar, mohon selalu berikan motivasi kepada anak-anak agar mereka terus bersemangat belajar, melanjutkan pendidikan,” kata Ipuk.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa guru rohani dipandang memiliki ruang strategis di luar pembelajaran keagamaan. Mereka diharapkan ikut membangun karakter, kepedulian sosial, keyakinan, dan kepercayaan diri anak.

Suster Justina Endang Wiharti, salah seorang penerima insentif, menyambut positif perhatian pemerintah daerah. Ia menilai dukungan tersebut menambah semangat para guru dalam menjalankan tugas pendidikan keagamaan.

Apresiasi serupa disampaikan Pomo, guru rohani agama Buddha. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi tambahan motivasi untuk terus mengabdi dan memperkuat pembinaan kerohanian anak-anak.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi, Nur Chozin, juga mengapresiasi kebijakan tersebut. Ia menilai perhatian terhadap guru rohani tetap penting di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran daerah.

Selain insentif bagi guru rohani lintas agama, Pemkab Banyuwangi juga mengalokasikan dukungan bagi guru ngaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan di tengah masyarakat.

Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar penyaluran insentif. Efektivitas program akan sangat bergantung pada keberlanjutan dukungan anggaran serta sejauh mana peran guru rohani mampu diterjemahkan menjadi pendampingan yang mendorong anak tetap belajar dan melanjutkan pendidikan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.