Inflasi Jatim 0,95 Persen, Harga Pangan Disorot

oleh -272 Dilihat
oleh
Inflasi Jatim 0,95 Persen, Harga Pangan Disorot
Inflasi 11 kabupaten/kota di Jawa Timur. [Foto : sumber Bappeda Kabupaten Mojokerto]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Laju inflasi di Provinsi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat menembus 0,95 persen, melampaui angka inflasi nasional yang berada di level 0,68 persen. Data tersebut menunjukkan tekanan harga yang mulai meningkat di sejumlah daerah, terutama pada komoditas pangan yang sensitif terhadap permintaan pasar dan distribusi pasokan.

Berdasarkan catatan Indeks Harga Konsumen (IHK), sebelas kabupaten dan kota di Jawa Timur mengalami inflasi dengan besaran berbeda. Inflasi tertinggi tercatat di Jember sebesar 1,14 persen, disusul Kota Probolinggo sebesar 1,12 persen dan Sumenep sebesar 1,08 persen.

Kenaikan harga juga tercatat di Tulungagung dengan inflasi 1,03 persen serta Surabaya sebesar 0,99 persen. Sementara itu, Banyuwangi mencatat inflasi 0,94 persen dan Bojonegoro sebesar 0,91 persen.

Di wilayah lain, inflasi tercatat di Kota Kediri sebesar 0,87 persen, Gresik sebesar 0,76 persen, serta masing-masing 0,74 persen di Kota Madiun dan Kota Malang. Secara agregat, angka inflasi provinsi Jawa Timur tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, menilai kenaikan inflasi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama menjelang periode hari besar keagamaan yang biasanya memicu lonjakan permintaan bahan pokok.

Menurut Bambang, fluktuasi harga pangan masih menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi di berbagai wilayah Jawa Timur. Peningkatan permintaan masyarakat serta gangguan distribusi akibat faktor cuaca juga turut memengaruhi stabilitas harga di pasar.

“Secara umum inflasi di Jawa Timur masih terkendali, tetapi tetap harus diantisipasi. Komoditas pangan sangat rentan terhadap perubahan permintaan dan distribusi,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasar.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto, kata Bambang, juga terus melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern guna menjaga daya beli masyarakat.

Dengan inflasi Jawa Timur yang berada di atas rata-rata nasional, penguatan pengawasan distribusi, ketersediaan stok, serta stabilitas harga menjadi langkah strategis agar tekanan inflasi tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.