Harga Sembako Surabaya, Cabai Masih Berfluktuasi

oleh -23 Dilihat
oleh
Harga Sembako Surabaya, Cabai Masih Berfluktuasi
Ilustrasi cabai
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Surabaya dan Jawa Timur masih bergerak fluktuatif pada Kamis, 10 September 2026. Komoditas cabai menjadi perhatian utama karena mengalami pergerakan harga lebih menonjol dibandingkan sejumlah bahan pangan lain yang relatif terkendali.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga cabai merah keriting berada di kisaran Rp32.528 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mencapai Rp64.949 per kilogram. Harga bawang putih tercatat sekitar Rp29.198 per kilogram.

Sementara itu, harga beras premium berada di kisaran Rp15.079 per kilogram dan beras medium Rp12.984 per kilogram. Gula kristal putih tercatat sekitar Rp17.199 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga juga bervariasi. Minyak goreng curah berada di sekitar Rp20.428 per liter, kemasan premium Rp22.006 per liter, kemasan sederhana Rp18.866 per liter, sedangkan Minyakita sekitar Rp16.162 per liter.

Pada komoditas protein, harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp38.777 per kilogram dan telur ayam ras Rp24.616 per kilogram. Adapun daging ayam kampung mencapai sekitar Rp68.506 per kilogram.

Harga Cabai Perlu Dipantau

Pergerakan harga cabai menjadi indikator yang perlu diperhatikan konsumen. Pada 9 September, harga cabai merah keriting dilaporkan naik 1,47 persen, sementara cabai rawit merah meningkat 2,31 persen. Harga bawang merah juga tercatat naik 1,66 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga tidak terjadi secara merata. Sejumlah komoditas pangan cenderung stabil, tetapi komoditas hortikultura seperti cabai lebih cepat mengalami perubahan akibat faktor pasokan dan distribusi.

Data Pasar Surya Surabaya pada 7 September juga memperlihatkan adanya perbedaan harga antarpasar. Beras premium rata-rata tercatat Rp16.429 per kilogram, beras medium Rp14.750 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal curah sekitar Rp17.214 per kilogram.

Untuk Minyakita, rata-rata harga di tujuh pasar tradisional yang dipantau Pasar Surya mencapai Rp16.200 per liter. Daging ayam broiler sekitar Rp39.143 per kilogram dan telur ayam broiler Rp25.429 per kilogram.

Sementara cabai merah besar rata-rata berada di Rp23.571 per kilogram, cabai merah keriting Rp32.143 per kilogram, sedangkan cabai merah kecil atau rawit mencapai Rp62.429 per kilogram.

Harga Pasar Tidak Selalu Seragam

Perbedaan antara harga rata-rata provinsi dan harga di pasar tradisional menunjukkan bahwa konsumen tidak bisa menjadikan satu angka sebagai patokan mutlak. Lokasi pasar, jenis komoditas, kualitas barang serta rantai distribusi dapat memengaruhi harga yang dibayar masyarakat.

Bagi rumah tangga, perubahan harga cabai dapat langsung menambah beban belanja harian. Dampaknya juga berpotensi dirasakan pelaku usaha kuliner yang menggunakan cabai sebagai bahan baku utama.

Di sisi lain, sejumlah komoditas protein justru menunjukkan penurunan dibandingkan pemantauan sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa dinamika pasar pangan berjalan berbeda untuk setiap komoditas.

Dengan demikian, harga kebutuhan pokok Surabaya dan sekitarnya pada 10 September 2026 masih relatif terkendali untuk sejumlah bahan pangan utama. Namun, cabai—terutama cabai rawit merah—tetap menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian karena pergerakan harganya lebih menonjol.

Masyarakat disarankan menjadikan harga rata-rata sebagai indikator kecenderungan, bukan harga tunggal yang berlaku di seluruh pasar. Pemantauan langsung di pasar tetap diperlukan untuk mengetahui harga aktual pada tingkat konsumen.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.