SURABAYA, Garudasatunews.id – Pergerakan harga emas pada Senin (13/4/2026) menunjukkan disparitas mencolok antarplatform penjualan, memunculkan pertanyaan terkait transparansi harga dan potensi selisih keuntungan di tingkat distribusi.
Sejumlah penyedia seperti Pegadaian, Lakuemas, hingga Logam Mulia merilis pembaruan harga dengan nominal berbeda untuk ukuran yang sama. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi investor maupun masyarakat yang ingin bertransaksi emas.
Di Pegadaian, harga emas Galeri24 tercatat Rp 1.508.000 untuk 0,5 gram, Rp 2.876.000 untuk 1 gram, dan Rp 5.683.000 untuk 2 gram. Sementara itu, emas Antam di tempat yang sama dibanderol lebih tinggi, yakni Rp 1.540.000 (0,5 gram), Rp 2.975.000 (1 gram), dan Rp 5.887.000 (2 gram).
Untuk produk UBS, harga berada di kisaran Rp 1.562.000 untuk 0,5 gram, Rp 2.890.000 untuk 1 gram, dan Rp 5.734.000 untuk 2 gram, menunjukkan adanya variasi harga bahkan dalam satu platform distribusi.
Di sisi lain, platform Lakuemas mencatat harga beli emas sebesar Rp 2.681.000 per gram dan harga jual Rp 2.608.000 per gram. Selisih harga beli dan jual ini menjadi indikator margin yang harus diperhitungkan investor.
Sementara itu, harga emas dari Logam Mulia per 12 April 2026 menunjukkan angka lebih rendah, yakni Rp 1.480.000 untuk 0,5 gram, Rp 2.860.000 untuk 1 gram, dan Rp 5.660.000 untuk 2 gram.
Perbedaan harga antarplatform ini mengindikasikan adanya faktor distribusi, biaya operasional, hingga strategi pasar yang memengaruhi harga jual ke konsumen. Namun, minimnya pemahaman publik terhadap komponen pembentuk harga berpotensi menimbulkan kerugian bagi pembeli yang tidak cermat.
Kondisi ini juga membuka ruang evaluasi terhadap transparansi harga di sektor perdagangan emas ritel, terutama dalam memastikan konsumen memperoleh informasi yang jelas dan akurat sebelum melakukan transaksi.
Pengamat menilai, tanpa pengawasan dan literasi yang memadai, disparitas harga ini dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil margin lebih besar di luar kewajaran pasar.
Masyarakat diimbau untuk membandingkan harga dari berbagai sumber serta memahami selisih harga beli dan jual sebelum berinvestasi guna meminimalkan risiko kerugian. (Red-Garudasatunews)















