Haji 2026 Siap, Kloter Perdana 22 April

oleh -137 Dilihat
oleh
Haji 2026 Siap, Kloter Perdana 22 April
Kegiatan manasik haji Kota Blitar yang digelar di Masjid Ar Rahman, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026).
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026M telah mencapai hampir 100 persen menjelang pemberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026. Kepastian itu disampaikan saat meninjau manasik haji jemaah Kota Blitar di Masjid Ar Rahman, Rabu (25/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah mengeklaim seluruh aspek krusial telah disiapkan, mulai dari akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga distribusi kartu Nusuk. Menhaj menegaskan bahwa kesiapan teknis ini merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan terbaik bagi jemaah,” ujar Irfan Yusuf di hadapan calon jemaah.

Pemerintah juga menyoroti pembentukan kementerian khusus haji sebagai langkah strategis untuk memperkuat fokus layanan. Kebijakan ini disebut selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang menekankan pelayanan berbasis kebutuhan jemaah sejak tahap persiapan hingga kepulangan.

Selain kesiapan teknis, pemerintah mengusung pendekatan inklusif melalui program bertajuk “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Kebijakan ini diiringi penyesuaian kuota berbasis daftar tunggu serta upaya efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas layanan.

Di sektor administrasi, progres penerbitan dokumen perjalanan dilaporkan telah melampaui 95 persen. Pemerintah juga memperkuat kerja sama dengan pihak penyedia layanan di Arab Saudi guna memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi secara optimal.

“Akomodasi, konsumsi, transportasi hingga perlengkapan jemaah sudah disiapkan. Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah mulai mendorong pemanfaatan produk dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi jemaah di Arab Saudi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi “Tri Sukses Haji” yang mencakup keberhasilan ritual, penguatan ekonomi, serta nilai keadaban.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai faktor eksternal, khususnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi kelancaran ibadah. Stabilitas kawasan menjadi variabel penting dalam menjamin keamanan ratusan ribu jemaah Indonesia.

“Kita berharap situasi tetap kondusif agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.