Guru Madrasah Bondowoso Didorong Manfaatkan AI

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Guru madrasah di Kabupaten Bondowoso didorong memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaan AI untuk materi keagamaan, khususnya Al-Qur’an dan hadis, dinilai harus disertai kemampuan verifikasi sumber dan dalil.

Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu guru mencari, mengolah, serta menyusun bahan pembelajaran secara lebih cepat. Kendati demikian, teknologi tersebut tidak dapat ditempatkan sebagai satu-satunya rujukan, terlebih ketika menyangkut kandungan ayat Al-Qur’an, hadis, tafsir maupun penjelasan keagamaan.

Verifikasi menjadi bagian penting karena sistem AI dapat menghasilkan jawaban yang terlihat meyakinkan tetapi belum tentu memiliki dasar sumber yang tepat. Karena itu, guru tetap dituntut melakukan pengecekan terhadap teks, sumber rujukan, konteks dan validitas dalil sebelum materi disampaikan kepada peserta didik.

Dalam konteks pendidikan madrasah, penggunaan teknologi juga harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi guru. AI dapat berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan penentuan benar atau tidaknya suatu dalil tetap membutuhkan pertimbangan manusia dan rujukan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tantangan tersebut menjadi semakin penting karena peserta didik kini hidup dalam lingkungan digital yang memungkinkan informasi keagamaan tersebar dengan sangat cepat. Kesalahan informasi yang tidak diverifikasi berpotensi ikut terbawa ke ruang pembelajaran apabila guru hanya mengandalkan keluaran teknologi tanpa melakukan pemeriksaan.

Sejumlah kajian mengenai penerapan AI dalam pendidikan Islam juga menekankan perlunya keseimbangan antara inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemeliharaan nilai-nilai Islam. Integrasi AI dalam pendidikan tidak cukup hanya dengan kemampuan mengoperasikan aplikasi, tetapi juga membutuhkan literasi digital dan kemampuan kritis dalam menilai informasi.

Dengan demikian, dorongan pemanfaatan AI bagi guru madrasah di Bondowoso bukan berarti menyerahkan proses pembelajaran kepada mesin. Justru, teknologi tersebut dapat ditempatkan sebagai instrumen pendukung untuk memperkuat proses belajar, sementara guru tetap menjadi pihak yang memastikan akurasi, relevansi dan kesesuaian materi dengan sumber keagamaan yang sahih.

Pada akhirnya, kemampuan memanfaatkan AI sekaligus memverifikasi dalil menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Teknologi dapat mempercepat pencarian informasi, tetapi ketelitian guru tetap menjadi kunci agar materi Al-Qur’an dan hadis yang diterima peserta didik tidak sekadar cepat ditemukan, melainkan juga benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.