MAGETAN, Garudasatunews.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memicu robohnya atap dan pagar gudang di SD Negeri Bendo 2 pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 18.45 WIB. Material bangunan yang ambruk menimpa sebuah truk milik warga yang terparkir di belakang sekolah, memunculkan dugaan lemahnya perawatan infrastruktur pendidikan.
Peristiwa terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Desa Bendo, Kecamatan Bendo, sejak pukul 17.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, suara gemuruh keras terdengar dari area belakang sekolah. Saat warga mendatangi lokasi, bangunan gudang sudah dalam kondisi runtuh.
Saksi mata, Emiyanti, menyebut suara runtuhan terdengar tiba-tiba di tengah hujan deras. “Terdengar suara keras, ternyata atap dan pagar sudah roboh menimpa truk,” ujarnya.
Kepala SD Negeri Bendo 2, Sariman, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, truk milik warga bernama Iskandar (55) mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi truk warga rusak karena tertimpa pagar yang roboh,” kata Sariman.
Di balik insiden ini, kondisi fisik bangunan menjadi sorotan. Gudang sekolah diketahui telah berdiri hampir 50 tahun tanpa perbaikan signifikan. Struktur lama dengan material usang diduga tidak mampu menahan beban air hujan berintensitas tinggi.
“Bangunan sudah sangat tua dan belum pernah direnovasi besar. Kondisinya memang rentan,” imbuhnya.
Fakta usia bangunan yang mencapai setengah abad tanpa pembaruan memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan oleh pihak terkait. Minimnya intervensi perbaikan dinilai berpotensi meningkatkan risiko keselamatan.
Pasca kejadian, pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Magetan. Tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi untuk mengamankan area dan membersihkan material runtuhan.
Hingga Senin (13/4/2026) pagi, proses pembersihan masih berlangsung secara gotong royong. Aktivitas belajar mengajar dilaporkan tetap berjalan, meski bayang-bayang kerentanan infrastruktur menjadi perhatian serius bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. (Red-Garudasatunews)
















