Gudang Jerami di Pacitan Ludes Terbakar

oleh -50 Dilihat
oleh
Gudang Jerami di Pacitan Ludes Terbakar
Petugas berusaha memadamkan api (Foto: istimewa)
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Sebuah gudang penyimpanan jerami dan kayu jati milik Nur Rohman di Dusun Bengkal, Desa Tanjungsari, Kabupaten Pacitan, ludes terbakar pada Sabtu (25/7/2026) malam. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pacitan, Sugito, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 20.32 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, tiga unit armada pemadam kebakaran bersama personel gabungan segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Menurut Sugito, proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan maupun lahan di sekitarnya.

“Petugas menerima laporan sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan, api berhasil dipadamkan kurang lebih dalam waktu satu setengah jam,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Gudang berukuran sekitar 10 x 7 meter itu diketahui menyimpan tumpukan jerami kering yang digunakan sebagai pakan ternak serta kayu jati. Material yang mudah terbakar menyebabkan kobaran api berkembang cepat dan menghanguskan hampir seluruh isi bangunan.

Dalam operasi tersebut, Damkar Pacitan mengerahkan tiga armada yang terdiri atas Unit Fire Destroyer, Unit Fire Hunter, dan Unit Water Supply. Sebanyak 17 personel Damkar bersama unsur Linmas diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area sekitar.

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun petugas, api pertama kali terlihat telah membesar dari dalam gudang yang saat kejadian dalam kondisi terkunci dan jarang didatangi pemilik maupun warga. Kondisi tersebut menyulitkan deteksi dini sehingga api lebih dahulu menguasai bagian dalam bangunan.

Meski demikian, Sugito menegaskan dugaan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api serta memastikan ada atau tidaknya faktor lain yang memicu terjadinya kebakaran.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bangunan penyimpanan yang berisi material mudah terbakar, terutama pada musim kemarau. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi bangunan dan lingkungan sekitar dinilai penting untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran serupa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.