Grebeg Suro 2026 Tegaskan Ponorogo Mendunia

oleh -34 Dilihat
oleh
Grebeg Suro 2026 Tegaskan Ponorogo Mendunia
Pengisi acara saat berfoto bersama dengan Plt. Bupati Lisdyarita seusai acara pembukaan Grebeg Suro 2026.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi membuka rangkaian Grebeg Suro 2026 di Alun-alun Ponorogo, Sabtu (6/6/2026) malam. Agenda budaya tahunan tersebut kembali menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Pembukaan Grebeg Suro dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita di hadapan ribuan masyarakat serta tamu dari berbagai daerah. Perayaan tersebut menandai datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam atau 1 Suro yang selama ini menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Ponorogo.

Penyelenggaraan Grebeg Suro tahun ini berlangsung dalam konteks meningkatnya pengakuan terhadap Ponorogo di tingkat nasional maupun internasional. Status Kota Kreatif UNESCO yang disandang Ponorogo serta pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia menjadi pijakan kuat bagi pengembangan sektor budaya sebagai instrumen pembangunan daerah.

Dalam keterangannya, Lisdyarita menyebut Grebeg Suro merupakan warisan budaya yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad di tengah masyarakat Ponorogo. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi ruang pelestarian kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.

Selain aspek budaya, pemerintah daerah juga menempatkan Grebeg Suro sebagai agenda yang memiliki dampak ekonomi dan pariwisata. Selama satu bulan ke depan, puluhan kegiatan akan digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan yang disiapkan antara lain Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), Festival Reog Remaja (FRR), pameran bonsai, pameran pusaka, adventure trail, napak tilas sejarah, hingga larungan risalah doa di Telaga Ngebel. Seluruh agenda tersebut dirancang untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi lokal.

Lisdyarita menegaskan, pengakuan yang diterima Ponorogo harus diikuti dengan komitmen nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah. Ia menyebut Grebeg Suro menjadi sarana untuk menunjukkan kepada publik bahwa budaya dapat menjadi kekuatan pembangunan sekaligus aset strategis daerah.

“Ponorogo sudah diakui sebagai Kota Kreatif UNESCO dan Reog Ponorogo tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, serta event ini masuk dalam Top Ten Karisma Event Nusantara 2026. Melalui Grebeg Suro ini, kita kembali menegaskan komitmen menjaga dan melestarikan kekayaan budaya kepada dunia, sekaligus menjadi kekuatan untuk pariwisata dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Menurut pemerintah daerah, nilai-nilai yang terkandung dalam Grebeg Suro, seperti persaudaraan, rasa syukur, dan semangat perbaikan diri, diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun Ponorogo yang aman, damai, sejahtera, dan berdaya saing.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Grebeg Suro juga datang dari sejumlah pengunjung luar daerah. Suryo Saputro, kreatif direktur asal Jakarta, mengaku terkesan dengan konsep acara yang dinilainya mampu menggabungkan unsur tradisi dan pertunjukan modern tanpa menghilangkan identitas budaya lokal.

Penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 kembali menegaskan posisi Ponorogo sebagai salah satu pusat kebudayaan nasional yang terus berupaya mengangkat warisan tradisi ke panggung dunia, sekaligus menjadikan budaya sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.