Gempa Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Korban Jiwa Tembus 25 Orang : Diperkirakan Masih Akan Bertambah.

oleh -25 Dilihat
oleh
IMG-20260815-WA0042
IMG-20260815-WA0042
banner 468x60

 

 

 

​NAGEKEO, Garudasatunews.id — Jumlah korban tewas akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus melonjak. Hingga Sabtu sore (15/8/2026), pemutakhiran data lapangan mencatat sedikitnya 20 hingga 25 orang meninggal dunia, belasan warga luka-luka, dan lebih dari 2.000 jiwa dipaksa mengungsi.

 

​Gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di Laut Flores sekitar 38 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo dan mengguncang hebat pada pukul 04.58 WIB saat warga masih tertidur.

 

​Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa tim SAR gabungan telah mengevakuasi sedikitnya 20 jenazah dari tiga kabupaten dengan dampak terparah, yakni Sikka, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

​”Delapan korban di antaranya ditemukan tertimbun material tanah longsor di Desa Reok, Manggarai. Saat ini, enam warga yang mengalami luka berat sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat, sementara dua lainnya diperkirakan masih tertimbun,” ujar Fathur.

 

​Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan lima warga tewas tertimpa reruntuhan bangunan pada momen awal gempa, termasuk salah satu korban di kawasan Pelabuhan Laurentius Say, Maumere.

 

​Angka korban diperkirakan masih akan terus meningkat seiring tim penyelamat menembus desa-desa terpencil yang sebelumnya terisolasi akibat putusnya akses jalan dan komunikasi.

 

​Peringatan Tsunami Diberlakukan, Ribuan Warga Panik :

​Guncangan dahsyat ini sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG setelah terdeteksi gelombang kecil setinggi kurang dari satu meter di beberapa titik pesisir. Peringatan tersebut resmi dicabut pada pukul 07.31 WIB setelah dipastikan tidak ada ancaman kenaikan air laut lanjutan.

 

​Meski demikian, kepanikan luar biasa sempat melanda ribuan warga di Nagekeo, Sikka, hingga Manggarai yang berhamburan menyelamatkan diri menuju dataran tinggi.

 

​Jalur Trans-Flores Lumpuh Total :

​Dampak kerusakan yang ditimbulkan meluas di berbagai sektor. Rumah-rumah penduduk dan fasilitas publik roboh, Pelabuhan Maumere mengalami kerusakan struktur, serta pasokan listrik dan sinyal telekomunikasi terputus total di sejumlah titik.

 

​Jalur utama Trans-Flores yang menjadi urat nadi transportasi antarkabupaten lumpuh akibat tertutup material longsoran batu dan tanah. Kondisi ini menjadi hambatan utama dalam pendistribusian logistik bantuan.

 

​Merespons krisis ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerjunkan tim darurat, armada helikopter, serta bantuan logistik awal. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno dijadwalkan tiba di lokasi sore ini untuk memimpin langsung operasi evakuasi dan pemulihan bencana.

 

​Hingga kini, puluhan gempa susulan masih terus terjadi. Tim SAR gabungan disiagakan penuh menyisir reruntuhan, sementara ribuan warga memilih bertahan di posko-posko pengungsian karena trauma.(red-gsn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.