GRESIK, Garudasatunews.id – Produktivitas cabai rawit di Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan hingga mencapai 11,5 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya peningkatan produktivitas sektor hortikultura melalui penerapan teknologi budidaya dan penggunaan pupuk berimbang yang didorong PT Petrokimia Gresik.
Data tersebut terungkap dalam kegiatan panen demplot cabai rawit yang dilaksanakan di Jawa Timur. Program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil panen.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, menjelaskan bahwa produktivitas cabai rawit pada lahan percontohan mampu mencapai 11,5 ton per hektare. Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas cabai rawit di sejumlah wilayah sentra produksi.
Menurutnya, peningkatan hasil panen tidak terlepas dari penerapan pemupukan berimbang sesuai rekomendasi serta pendampingan teknis kepada petani. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan pupuk lebih efektif, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Selain mendorong peningkatan produksi, program demplot juga menjadi sarana edukasi bagi petani untuk mengadopsi teknologi pertanian yang lebih modern. Melalui pola pendampingan yang berkelanjutan, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen.
Dari sudut pandang ketahanan pangan, peningkatan produktivitas cabai rawit menjadi faktor penting mengingat komoditas tersebut termasuk salah satu penyumbang inflasi pangan yang cukup sensitif. Ketika produksi meningkat dan pasokan terjaga, stabilitas harga di tingkat konsumen berpotensi lebih terkendali.
Di sisi lain, keberhasilan demplot juga menjadi perhatian karena menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sektor industri pupuk dengan petani dalam menghadapi tantangan pertanian, mulai dari perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga komoditas.
Petrokimia Gresik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung petani melalui penyediaan pupuk berkualitas, edukasi pertanian, serta berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Upaya tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional dan menjaga ketersediaan pangan.
Ke depan, model demplot dengan pendekatan pemupukan berimbang dan pendampingan intensif diharapkan dapat direplikasi pada wilayah lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani hortikultura di Jawa Timur maupun daerah lainnya.
(Red-Garudasatunews)














