Forum LLAJ, Satlantas dan Dishub Sumenep Evaluasi Total Kedisiplinan Pengendara

oleh -53 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​SUMENEP, Garudasatunews.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep terus bergerak aktif memperkuat sinergi lintas sektoral guna menciptakan ekosistem jalan raya yang aman dan tertib. Langkah strategis ini ditegaskan melalui gelaran Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang berlangsung di Pos 12.0 Trunojoyo, Kamis (4/6).

​Agenda krusial tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan utama, mulai dari perwakilan Jasa Raharja, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, hingga jajaran personel Satlantas Polres Sumenep.
Forum ini mengupas tuntas berbagai tantangan transportasi di wilayah Sumenep, khususnya terkait kelengkapan administrasi kendaraan serta urgensi peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

​Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Beny Kuncoro, menjelaskan bahwa Forum LLAJ merupakan wadah kolaborasi vital untuk merumuskan langkah-langkah taktis dan preventif dalam meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.
​”Melalui forum ini, kami melakukan evaluasi komprehensif terhadap kelengkapan administrasi kendaraan dan tingkat kepatuhan pengendara. Target utama kami sangat jelas, yaitu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep secara signifikan,” ujar AKP Beny Kuncoro.

​Menyoroti Akar Masalah dan Solusi :
​AKP Beny menekankan bahwa jaminan keselamatan di jalan tidak bisa hanya bersandar pada penegakan hukum semata (law enforcement). Faktor krusial yang menjadi penentu utama adalah kesadaran kolektif dari masyarakat itu sendiri.

​Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, pihak kepolisian masih mengidentifikasi beberapa pelanggaran minor hingga mayor yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Di antaranya:
– ​Ketidaklengkapan dokumen resmi kendaraan.
– ​Apatisme terhadap penggunaan perlengkapan keselamatan (seperti helm dan sabuk pengaman).
– ​Rendahnya disiplin dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

​Merespons dinamika tersebut, Forum LLAJ sepakat untuk memperketat pengawasan yang diimbangi dengan masifnya program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.
​”Keselamatan harus ditransformasikan menjadi sebuah budaya. Kami tidak ingin masyarakat hanya tertib saat melihat petugas di lapangan. Pola pikir ini harus diubah; aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegas Kasatlantas.

​Sebagai penutup, Satlantas Polres Sumenep optimistis bahwa integrasi kerja sama antara kepolisian, Dishub, dan Jasa Raharja akan mampu mengurai benang kusut problematika jalan raya di Sumenep. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan ruang publik yang aman, tertib, dan lancar demi keselamatan bersama.

​SUMENEP, Garudasatunews.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep terus bergerak aktif memperkuat sinergi lintas sektoral guna menciptakan ekosistem jalan raya yang aman dan tertib. Langkah strategis ini ditegaskan melalui gelaran Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang berlangsung di Pos 12.0 Trunojoyo, Kamis (4/6).

​Agenda krusial tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan utama, mulai dari perwakilan Jasa Raharja, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, hingga jajaran personel Satlantas Polres Sumenep.
Forum ini mengupas tuntas berbagai tantangan transportasi di wilayah Sumenep, khususnya terkait kelengkapan administrasi kendaraan serta urgensi peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

​Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Beny Kuncoro, menjelaskan bahwa Forum LLAJ merupakan wadah kolaborasi vital untuk merumuskan langkah-langkah taktis dan preventif dalam meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.
​”Melalui forum ini, kami melakukan evaluasi komprehensif terhadap kelengkapan administrasi kendaraan dan tingkat kepatuhan pengendara. Target utama kami sangat jelas, yaitu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep secara signifikan,” ujar AKP Beny Kuncoro.

​Menyoroti Akar Masalah dan Solusi :
​AKP Beny menekankan bahwa jaminan keselamatan di jalan tidak bisa hanya bersandar pada penegakan hukum semata (law enforcement). Faktor krusial yang menjadi penentu utama adalah kesadaran kolektif dari masyarakat itu sendiri.

​Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, pihak kepolisian masih mengidentifikasi beberapa pelanggaran minor hingga mayor yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Di antaranya:
– ​Ketidaklengkapan dokumen resmi kendaraan.
– ​Apatisme terhadap penggunaan perlengkapan keselamatan (seperti helm dan sabuk pengaman).
– ​Rendahnya disiplin dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

​Merespons dinamika tersebut, Forum LLAJ sepakat untuk memperketat pengawasan yang diimbangi dengan masifnya program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.
​”Keselamatan harus ditransformasikan menjadi sebuah budaya. Kami tidak ingin masyarakat hanya tertib saat melihat petugas di lapangan. Pola pikir ini harus diubah; aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegas Kasatlantas.

​Sebagai penutup, Satlantas Polres Sumenep optimistis bahwa integrasi kerja sama antara kepolisian, Dishub, dan Jasa Raharja akan mampu mengurai benang kusut problematika jalan raya di Sumenep. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan ruang publik yang aman, tertib, dan lancar demi keselamatan bersama.

 

​SUMENEP, Garudasatunews.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep terus bergerak aktif memperkuat sinergi lintas sektoral guna menciptakan ekosistem jalan raya yang aman dan tertib. Langkah strategis ini ditegaskan melalui gelaran Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang berlangsung di Pos 12.0 Trunojoyo, Kamis (4/6).

 

​Agenda krusial tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan utama, mulai dari perwakilan Jasa Raharja, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, hingga jajaran personel Satlantas Polres Sumenep.

Forum ini mengupas tuntas berbagai tantangan transportasi di wilayah Sumenep, khususnya terkait kelengkapan administrasi kendaraan serta urgensi peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

 

​Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Beny Kuncoro, menjelaskan bahwa Forum LLAJ merupakan wadah kolaborasi vital untuk merumuskan langkah-langkah taktis dan preventif dalam meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

​”Melalui forum ini, kami melakukan evaluasi komprehensif terhadap kelengkapan administrasi kendaraan dan tingkat kepatuhan pengendara. Target utama kami sangat jelas, yaitu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep secara signifikan,” ujar AKP Beny Kuncoro.

 

​Menyoroti Akar Masalah dan Solusi :

​AKP Beny menekankan bahwa jaminan keselamatan di jalan tidak bisa hanya bersandar pada penegakan hukum semata (law enforcement). Faktor krusial yang menjadi penentu utama adalah kesadaran kolektif dari masyarakat itu sendiri.

 

​Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, pihak kepolisian masih mengidentifikasi beberapa pelanggaran minor hingga mayor yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Di antaranya:

– ​Ketidaklengkapan dokumen resmi kendaraan.

– ​Apatisme terhadap penggunaan perlengkapan keselamatan (seperti helm dan sabuk pengaman).

– ​Rendahnya disiplin dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

 

​Merespons dinamika tersebut, Forum LLAJ sepakat untuk memperketat pengawasan yang diimbangi dengan masifnya program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.

​”Keselamatan harus ditransformasikan menjadi sebuah budaya. Kami tidak ingin masyarakat hanya tertib saat melihat petugas di lapangan. Pola pikir ini harus diubah; aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegas Kasatlantas.

 

​Sebagai penutup, Satlantas Polres Sumenep optimistis bahwa integrasi kerja sama antara kepolisian, Dishub, dan Jasa Raharja akan mampu mengurai benang kusut problematika jalan raya di Sumenep. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan ruang publik yang aman, tertib, dan lancar demi keselamatan bersama.(frq)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.