Forum Bappeda Jatim Soroti Sinkronisasi Pembangunan

oleh -28 Dilihat
oleh
Forum Bappeda Jatim Soroti Sinkronisasi Pembangunan
Banyuwangi menjadi tuan rumah daam Forum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indonesia (Bappeda) se-Provinsi Jawa Timur.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Kabupaten Banyuwangi menjadi pusat konsolidasi perencanaan pembangunan daerah se-Jawa Timur melalui penyelenggaraan Forum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Indonesia Jawa Timur. Forum yang mempertemukan seluruh kepala Bappeda kabupaten/kota itu difokuskan pada penguatan sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah guna memastikan arah pembangunan berjalan selaras dan terukur.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Juni 2026, digelar di Pendopo Sabha Swagatha Banyuwangi dan dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin. Forum tersebut juga dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, serta Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.

Forum Bappeda Indonesia Jawa Timur merupakan agenda koordinasi rutin yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Pertemuan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyelarasan berbagai program pembangunan yang akan dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah pada tahun berikutnya.

Plt Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin menegaskan, forum tersebut memiliki peran strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan perencanaan yang tidak dapat ditangani secara parsial oleh masing-masing daerah. Menurutnya, sejumlah isu pembangunan membutuhkan koordinasi lintas wilayah agar kebijakan yang dihasilkan lebih efektif dan berdampak luas.

“Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis bagi Bappeda seluruh kabupaten/kota se-Jatim untuk membahas berbagai isu perencanaan pembangunan hingga penyelarasan antara program nasional dan daerah serta membahas persoalan terkait perencanaan yang tidak bisa diselesaikan di daerah. Kita bahas bersama untuk dituangkan dalam dokumen perencanaan tahun berikutnya,” kata Yasin.

Dalam forum tersebut, Yasin juga menyoroti perkembangan sektor pariwisata Banyuwangi yang dinilai mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Tingginya mobilitas wisatawan menuju Banyuwangi disebut sebagai indikator meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan, tingkat keterisian penerbangan menuju Banyuwangi serta ramainya kunjungan ke berbagai destinasi wisata menunjukkan tren pertumbuhan yang positif bagi perekonomian daerah.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai kehadiran forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Ipuk, Bappeda memegang peranan sentral sebagai perumus kebijakan strategis, penghubung lintas sektor, sekaligus pengawal efektivitas penggunaan anggaran daerah. Karena itu, kualitas data menjadi faktor utama dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

“Dengan data yang akurat, Bappeda memastikan setiap kebijakan lahir dari analisis yang tepat. Lebih dari itu, Bappeda juga menjadi motor inovasi, yang mampu mengantisipasi tantangan global dan lokal,” ujarnya.

Ipuk menegaskan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara terpisah karena seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur saling terhubung dalam satu ekosistem pembangunan. Ia berharap hasil forum tersebut mampu memperkuat kolaborasi lintas daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan daya saing Jawa Timur di tingkat nasional.

“Pembangunan Jawa Timur tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah. Dengan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan Jawa Timur yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.