Festival Sekarbanjar 4 Padukan Maulid dan Budaya Malang

oleh -25 Dilihat
oleh
Festival Sekarbanjar 4 Padukan Maulid dan Budaya Malang
Peringati Maulid Nabi, Kota Malang Adakan Festival Sekarbanjar 4, Padukan Agama dan Budaya
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Malang dikemas melalui Festival Sekarbanjar 4 yang memadukan tradisi Islam dengan kearifan budaya lokal. Kegiatan yang berlangsung 3–5 September 2026 itu digelar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Malang bersama warga RW 07 Genting, Kelurahan Merjosari, dan Pesantren Budaya Karanggenting.

Festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda peringatan keagamaan. Rangkaian kegiatan dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat sekaligus memperkuat khazanah Islam Nusantara melalui pendekatan budaya.

Sejumlah kegiatan digelar dalam festival ini, mulai buak ajang dan iber-iber, pentas seni budaya, kirab Sekarbanjar, pembacaan Maulid Diba’, pengajian Maulid, hingga pemberian penghargaan kepada tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap pelestarian budaya.

Pada Festival Sekarbanjar 4, Anugerah Panji Wigati diberikan kepada Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita. Penghargaan tersebut diberikan atas keterlibatannya dalam mendampingi perkembangan kegiatan Lesbumi PCNU Kota Malang.

Sementara itu, Anugerah Sekarbanjar diberikan kepada Suminto Kholis yang dinilai memiliki kontribusi dalam merawat tradisi ujub dan menjaga kebudayaan di kawasan Genting, Kota Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut mengapresiasi penyelenggaraan Festival Sekarbanjar 4. Menurutnya, kegiatan berbasis masyarakat seperti ini memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus upaya mempertahankan kearifan lokal.

Wahyu juga menilai Festival Sekarbanjar mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu agenda unggulan Kota Malang dan mendukung program 1.000 event Pemerintah Kota Malang.

Di sisi lain, Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah menyoroti cara penyebaran Islam di Nusantara yang secara historis berinteraksi dengan budaya masyarakat setempat. Proses asimilasi, inkulturasi, dan akulturasi menjadi bagian dari perjalanan dakwah Islam di Indonesia.

Menurutnya, pendekatan budaya menjadi salah satu cara agar nilai-nilai agama dapat diterima masyarakat secara damai. Karena itu, Festival Sekarbanjar diharapkan tidak hanya menghadirkan pemahaman keagamaan, tetapi juga mengajak masyarakat memahami dan menghargai kebudayaan lokal.

Pesan yang mengemuka dari festival tersebut adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara keberagamaan dan kebudayaan. Tradisi lokal tidak semata dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi media silaturahmi, pendidikan budaya, sekaligus ruang dakwah yang santun.

Festival Sekarbanjar 4 pun memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung. Tantangannya bukan hanya menjaga tradisi agar tetap berlangsung, tetapi memastikan nilai budaya tersebut tetap dipahami dan memiliki ruang di tengah perubahan zaman.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.