Festival Balon Ponorogo, Tradisi Berisiko Ditekan

oleh -27 Dilihat
oleh
Festival Balon Ponorogo, Tradisi Berisiko Ditekan
Festival Balon Udara Ponorogo.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Ribuan warga memadati kawasan Sirkuit Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Minggu (29/3/2026), dalam Festival Balon Udara yang diklaim sebagai upaya menertibkan tradisi lama yang selama ini kerap memicu risiko keselamatan.

Sejak dini hari, lokasi sudah dipenuhi penonton yang antusias menyaksikan puluhan balon udara tanpa awak diterbangkan. Fenomena ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tradisi tersebut, meskipun selama ini praktik balon udara ilegal kerap menimbulkan ancaman serius.

Sebanyak 44 peserta mengikuti festival, terdiri dari 24 peserta lokal Ponorogo dan 20 peserta dari Wonosobo. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk lomba dengan penilaian tidak hanya pada ukuran balon, tetapi juga estetika, tema, dan kekompakan tim.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyebut festival ini sebagai langkah strategis untuk mengalihkan kebiasaan masyarakat dari aktivitas balon udara liar ke kegiatan yang lebih terkontrol. Ia menegaskan bahwa dalam festival ini seluruh peserta wajib mematuhi aturan keselamatan, termasuk penggunaan tali pengaman dan larangan petasan.

Namun, di balik penyelenggaraan festival, persoalan mendasar terkait praktik balon udara ilegal belum sepenuhnya terselesaikan. Selama ini, tradisi menerbangkan balon tanpa pengawasan sering disertai petasan yang berpotensi mengganggu penerbangan, merusak jaringan listrik, hingga memicu kebakaran.

Sejumlah pihak menilai festival semacam ini baru sebatas solusi jangka pendek, sementara penegakan hukum terhadap pelanggaran masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Di sisi lain, masyarakat yang hadir mengaku antusias dengan konsep festival yang dinilai lebih aman dan terorganisir. Salah satu pengunjung, Enny Aprillia, menyebut pengalaman tersebut sebagai hal baru yang menghibur sekaligus positif bagi penyaluran hobi warga.

Meski demikian, efektivitas festival dalam menekan praktik balon udara ilegal di luar kegiatan resmi masih menjadi pertanyaan, terutama menjelang momen-momen rawan seperti perayaan Lebaran. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.