Fatayat NU Bedah Film Ibadah & Cinta di Denanyar

oleh -97 Dilihat
oleh
Fatayat NU Bedah Film Ibadah & Cinta di Denanyar
Fatayat NU turut membahas film Ibadah & Cinta dalam kegiatan bedah film dan novel di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, dengan mengangkat pesan tentang cinta, keluarga, dan nilai perempuan.
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Film Ibadah & Cinta dibedah bersama Fatayat NU di Asrama Al-Bisri, Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jumat (28/8/2026) sore. Film drama keluarga bernuansa religi tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengulas lebih jauh pesan yang dibawa film produksi Sinemata Buana Kreasindo tersebut. Sutradara Jastis Arimba mengatakan, Ibadah & Cinta tidak hanya menampilkan kisah percintaan, tetapi juga mengangkat persoalan keluarga, kehilangan, serta proses seseorang belajar menerima dan mengikhlaskan keadaan.

“Film Ibadah dan Cinta ini adalah film drama keluarga bernilai religi yang bercerita tentang bagaimana kita memaknai arti cinta, kehilangan, dan mengikhlaskan,” ujar Jastis dalam kegiatan bedah film di Denanyar.

Dari sisi cerita, film ini menempatkan Rico, pemuda asal Australia yang pada awalnya digambarkan agnostik dan mempertanyakan nilai ketuhanan serta agama. Perjalanannya kemudian mempertemukannya dengan Santun, seorang ustazah muda yang cerdas, anggun, dan memiliki prinsip kuat sekaligus putri seorang kiai pemilik pesantren.

Pertemuan kedua tokoh tersebut berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks karena adanya perbedaan latar belakang, kultur, dan keyakinan. Film ini sekaligus menggambarkan pertemuan dua dunia, yakni kehidupan pesantren di Indonesia dengan kultur masyarakat Australia.

Proses produksi film dilakukan di Indonesia dan Australia. Menurut Jastis, perbedaan latar tersebut menjadi bagian penting dalam membangun cerita mengenai bagaimana dua karakter dengan lingkungan berbeda dapat dipertemukan melalui cinta.

“Bagaimana dua keragaman budaya, dua karakter potret kehidupan yang berbeda, bisa disatukan oleh cinta itu sendiri,” jelasnya.

Di tengah menguatnya isu mengenai representasi perempuan dalam karya audiovisual, film ini juga membawa pesan tentang keteguhan prinsip. Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti menilai karakter Santun merepresentasikan perempuan yang tetap berpegang pada nilai yang diyakininya benar meski berhadapan dengan kultur berbeda.

“Hal yang prinsip itu tetap harus kita perjuangkan jika itu benar, ketika itu berhadapan dan bertentangan dengan sebuah kultur atau budaya,” kata Dewi.

Keterlibatan Fatayat NU juga memiliki catatan tersendiri. Almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah, yang pernah menjabat Ketua Umum PP Fatayat NU, turut terlibat sebagai salah satu pemeran film tersebut. Hal itu membuat kehadiran film ini tidak sekadar berkaitan dengan hiburan, tetapi juga memiliki keterkaitan emosional dengan keluarga besar Fatayat NU.

Sementara itu, Berliana Lovell, pemeran Nissa, mengungkapkan pengalaman baru selama proses produksi. Ia harus mendalami karakter seorang Muslimah yang ceria dan jenaka sekaligus tetap menjaga batas kesantunan karakter yang diperankannya.

Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah ketika harus mengenakan kerudung. Berliana mengaku awalnya belum terbiasa, tetapi kemudian merasa nyaman menjalani tuntutan peran tersebut.

Film Ibadah & Cinta sendiri dirancang sebagai tontonan keluarga dengan perpaduan drama, romantisme, komedi, serta pesan religi. Sutradara berharap penonton tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga dapat menangkap pesan mengenai cinta, keluarga, kehilangan, perbedaan budaya, dan keikhlasan.

Dengan jadwal tayang 24 September 2026, bedah film di Pesantren Denanyar menjadi salah satu momentum pengenalan karya tersebut kepada publik sekaligus memperlihatkan bagaimana isu cinta lintas kultur dan keteguhan nilai perempuan dikemas melalui film bernuansa religi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.