Enam Kelas Rusak, Siswa SMPN 1 Bringin Mengungsi Belajar

oleh -23 Dilihat
oleh
Enam Kelas Rusak, Siswa SMPN 1 Bringin Mengungsi Belajar
Enam Kelas Rusak, Siswa SMPN 1 Bringin Mengungsi Belajar
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Bringin, Kabupaten Ngawi, berlangsung di tengah keterbatasan sarana. Enam ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga pihak sekolah memindahkan sebagian siswa ke aula, laboratorium, dan musala sebagai ruang belajar sementara demi menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, kerusakan meliputi bagian atap yang dinilai berisiko serta fasilitas belajar seperti meja dan bangku yang sudah tidak layak digunakan. Ruang-ruang tersebut digunakan oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX, termasuk satu ruang kelas IX yang dihuni sekitar 30 siswa.

Kepala SMP Negeri 1 Bringin, Sutiyo, mengatakan pengalihan lokasi belajar dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menghindari potensi bahaya selama proses pembelajaran berlangsung.

“Kami hari ini harus mengatur ulang ruang belajar karena banyak ruang kelas yang mengalami kerusakan. Sebagian siswa kami tempatkan di laboratorium dan aula. Usulan rehabilitasi sudah kami ajukan, namun hingga saat ini belum ada realisasi,” ujar Sutiyo.

Menurutnya, pihak sekolah telah mengajukan rehabilitasi gedung kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi sejak 2024. Namun, hingga dimulainya tahun ajaran baru pada Senin (20/7/2026), perbaikan secara menyeluruh belum terlaksana.

Sutiyo menjelaskan, sekolah selama ini hanya mampu melakukan perbaikan sementara pada beberapa bagian bangunan yang rusak. Namun, kondisi konstruksi yang telah termakan usia membuat kerusakan terus berkembang ke ruang kelas lainnya sehingga diperlukan rehabilitasi secara menyeluruh.

Selain kerusakan pada atap, fasilitas belajar seperti meja dan kursi di sejumlah ruang kelas juga mengalami penurunan kualitas yang dinilai mengganggu kenyamanan proses pembelajaran.

Seorang siswi kelas IX, Valen Putri Maharini, mengaku merasa khawatir saat harus belajar di ruang kelas yang mengalami kerusakan. Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar berlangsung dengan aman.

“Belajar jadi kurang nyaman karena khawatir kalau terjadi sesuatu, apalagi saat musim hujan. Kami berharap ruang kelas segera diperbaiki,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan guru, Aniek Tri Handayani. Menurutnya, kondisi ruang kelas yang rusak berdampak terhadap kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

“Kerusakan tidak hanya pada atap, tetapi juga meja dan bangku yang banyak mengalami kerusakan sehingga perlu mendapat perhatian,” katanya.

SMP Negeri 1 Bringin saat ini memiliki 478 siswa yang membutuhkan ruang belajar yang aman, layak, dan mendukung proses pendidikan. Untuk sementara, pihak sekolah menerapkan sistem pengaturan ruang alternatif dengan memanfaatkan aula, laboratorium, dan musala agar kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur pendidikan, mengingat fasilitas belajar yang aman merupakan salah satu unsur pendukung mutu pendidikan. Sesuai prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik, masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai tindak lanjut terhadap usulan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang menggunakan anggaran pemerintah.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi mengenai jadwal pelaksanaan rehabilitasi enam ruang kelas yang mengalami kerusakan. Garudasatunews.id akan terus mengupayakan konfirmasi kepada instansi terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.