Empat Pasar Madiun Rusak Parah, DPRD Desak Revitalisasi

oleh -270 Dilihat
Empat Pasar Madiun Rusak Parah, DPRD Desak Revitalisasi
Tampak depan bangunan Pasar Sayur Caruban, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan.
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Kondisi empat pasar tradisional utama di Kabupaten Madiun kian memprihatinkan. Kerusakan atap yang parah mengganggu aktivitas jual beli dan mengancam roda ekonomi pedagang kecil. DPRD setempat pun mendesak pemerintah daerah segera melakukan revitalisasi.

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mencatat, empat pasar yang membutuhkan penanganan mendesak yakni Pasar Sayur Caruban, Pasar Caruban Baru, Pasar Dolopo, dan Pasar Pagotan. Kerusakan infrastruktur dinilai telah menghambat kenyamanan pedagang maupun pembeli.

Nur Rahayu, pengunjung Pasar Dolopo, mengaku waswas saat berbelanja. “Atapnya banyak yang bocor dan sudah tua. Kalau hujan, air menetes ke lapak pedagang,” keluhnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, menjelaskan usia bangunan menjadi penyebab utama kerusakan. Menurutnya, kebocoran atap saat hujan kerap mengganggu aktivitas perdagangan.

Empat Pasar Madiun Rusak Parah, DPRD Desak Revitalisasi2
Dinas Perdagangan Kabupaten Madiun mengidentifikasi empat pasar tradisional utama yang membutuhkan revitalisasi mendesak akibat kerusakan atap yang mengganggu aktivitas ekonomi warga. Masalah infrastruktur ini dinilai menghambat perputaran ekonomi lokal di pusat perbelanjaan rakyat yang menjadi tumpuan hidup banyak pedagang kecil.

 

“Kerusakan paling dominan ada di atap. Kondisi ini jelas menghambat kenyamanan dan aktivitas ekonomi,” ujar Indra, Kamis (29/1/2026).

Ia mengingatkan, pasar yang becek dan tidak nyaman berisiko ditinggalkan pembeli, terutama generasi muda yang kini lebih memilih belanja daring. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memperlemah daya saing pelaku usaha mikro.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menegaskan revitalisasi pasar merupakan prioritas karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. DPRD, kata dia, akan mendorong akses pendanaan dari pemerintah pusat.

“Kami akan cari terobosan ke kementerian. Revitalisasi pasar harus menjadi prioritas agar ekonomi rakyat tetap bergerak,” tegas Fery.

Saat ini, Pemkab Madiun masih memetakan tingkat kerusakan dan kebutuhan anggaran di masing-masing pasar. Revitalisasi diharapkan mampu mengembalikan fungsi strategis pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat dan menjaga daya saingnya di tengah perubahan pola belanja masyarakat.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.