Empat Demonstran Grahadi Teridentifikasi, KontraS Pertanyakan Dasar Penangkapan

oleh -45 Dilihat
oleh
Empat Demonstran Grahadi Teridentifikasi, KontraS Pertanyakan Dasar Penangkapan
Massa Aksi Ditangkap Polisi di Demo Grahadi Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya mengungkapkan bahwa empat dari belasan orang yang diamankan aparat kepolisian saat pembubaran aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam, telah berhasil diidentifikasi. Keempatnya diketahui berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja informal, termasuk seorang pekerja warung kopi.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fathul Khoir, mengatakan identifikasi tersebut diperoleh melalui laporan dan aduan yang masuk ke lembaganya pasca-penangkapan massa aksi.

“Dari data sementara yang kami peroleh, terdapat dua mahasiswa dan dua pekerja informal. Salah satu yang kami identifikasi bekerja sebagai penjaga warung kopi,” kata Fathul Khoir kepada wartawan, Jumat malam.

Menurut Fathul, hingga berita ini diturunkan, KontraS Surabaya masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap identitas demonstran lain yang turut diamankan aparat saat pembubaran aksi berlangsung.

Ia juga menyatakan pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari aparat kepolisian terkait dasar hukum penangkapan terhadap para peserta aksi tersebut.

“Kami masih berupaya memperoleh informasi mengenai dasar penangkapan yang dilakukan malam ini. Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi yang kami terima,” ujarnya.

KontraS, lanjut Fathul, menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum kepada para demonstran yang diamankan. Namun, pihaknya saat ini masih memfokuskan upaya pada pemantauan situasi dan pengumpulan data identitas para peserta aksi.

“Kami masih melakukan pendataan dan menunggu laporan lebih rinci terkait siapa saja yang diamankan. Saat ini baru empat identitas yang berhasil kami verifikasi,” katanya.

Terkait dugaan adanya tindakan kekerasan dalam proses pengamanan, Fathul menyebut pihaknya masih melakukan penelusuran dan verifikasi informasi dari para saksi maupun pihak yang diamankan.

“Kami akan terus memantau perkembangan dan memberikan pendampingan kepada rekan-rekan yang diamankan oleh kepolisian,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan terjadi sekitar pukul 19.03 WIB saat aparat melakukan pembubaran terhadap aksi unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah elemen masyarakat sipil. Massa aksi terdiri atas mahasiswa, buruh, pekerja informal, hingga kelompok yang tergabung dalam Front Anti Kapitalisme.

Sejumlah peserta aksi yang diamankan dilaporkan terdiri atas demonstran laki-laki, dua demonstran perempuan, serta seorang pedagang es keliling yang berada di sekitar lokasi aksi.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan 11 tuntutan, antara lain penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak, penghentian sejumlah program pemerintah, pencabutan regulasi tertentu, perluasan lapangan kerja, penghentian keterlibatan militer dalam ranah sipil, penolakan reklamasi Surabaya Waterfront Land, pembebasan tahanan politik, peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan, pengembangan transportasi publik, hingga tuntutan perubahan sistem politik dan ekonomi.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kepolisian terkait jumlah pasti peserta aksi yang diamankan, status hukum mereka, maupun dasar tindakan pengamanan yang dilakukan aparat saat pembubaran demonstrasi berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.