EMCL Perkuat Daya Saing Kontraktor Lokal Hulu Migas

oleh -40 Dilihat
oleh
EMCL Perkuat Daya Saing Kontraktor Lokal Hulu Migas
EMCL Perkuat Daya Saing Kontraktor Lokal Hulu Migas
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kembali memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam industri hulu minyak dan gas bumi (migas) melalui penyelenggaraan lokakarya dan pelatihan bagi kontraktor lokal di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Blora. Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi, kepatuhan etika bisnis, serta pemahaman mekanisme pengadaan barang dan jasa yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri migas nasional.

Sebanyak 72 peserta dari berbagai perusahaan penyedia barang dan jasa mengikuti kegiatan yang merupakan pelatihan ke-26 yang digelar EMCL. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaku usaha lokal memiliki kesempatan lebih besar dalam berpartisipasi pada proyek-proyek industri hulu migas yang membutuhkan standar tinggi dalam aspek administrasi, tata kelola, dan kepatuhan regulasi.

Kehadiran perwakilan SKK Migas Jabanusa dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menunjukkan adanya dorongan bersama untuk memperkuat kapasitas kontraktor lokal agar mampu bersaing secara profesional dalam ekosistem industri energi nasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, menegaskan bahwa sektor hulu migas tidak hanya berkontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah melalui Dana Bagi Hasil Migas, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pelaku usaha lokal didorong untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan industri.

Dari sisi industri, EMCL menilai peningkatan kompetensi kontraktor lokal merupakan kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok. Selain pemahaman mengenai etika bisnis dan regulasi pengadaan, peserta juga mendapatkan materi terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), perpajakan, hingga sistem pengadaan elektronik yang kini semakin menjadi standar dalam proses tender industri migas.

Dalam perspektif pengembangan ekonomi daerah, program ini menjadi salah satu upaya memperluas peluang usaha lokal agar tidak hanya menjadi penonton di wilayah operasional industri migas. Sejumlah kontraktor lokal mengakui masih menghadapi tantangan dalam bersaing dengan perusahaan besar, terutama pada aspek administrasi, permodalan, dan jaminan pelaksanaan pekerjaan. Namun demikian, mereka menilai pelatihan semacam ini dapat membantu meningkatkan kesiapan usaha lokal untuk memenuhi standar yang dipersyaratkan industri.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kontraktor lokal tidak hanya berkaitan dengan peluang bisnis, tetapi juga menyangkut pemerataan manfaat ekonomi dari keberadaan industri strategis nasional. Semakin banyak perusahaan lokal yang memenuhi standar industri, semakin besar pula peluang terciptanya efek berganda ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah operasi migas.

EMCL sendiri selama beberapa tahun terakhir secara berkelanjutan menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya bagi pelaku usaha lokal. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap prosedur pengadaan, penghitungan TKDN, tata kelola perusahaan yang baik, serta transparansi dalam proses bisnis. Langkah ini dinilai penting guna menciptakan rantai pasok yang kompetitif, akuntabel, dan mampu memenuhi kebutuhan industri hulu migas yang terus berkembang.

Melalui lokakarya tersebut, EMCL berharap kontraktor lokal di sekitar wilayah Blok Cepu dapat semakin berdaya saing dan memiliki kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam proyek-proyek industri migas nasional, sekaligus memperkuat kontribusi sektor energi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.