EFA Protes Wasit, Soroti VAR Laga Mesir vs Argentina

oleh -25 Dilihat
oleh
EFA Protes Wasit, Soroti VAR Laga Mesir vs Argentina
Argentina mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Foto: FIFA
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengajukan protes resmi atas kepemimpinan wasit dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina. EFA menilai sejumlah keputusan wasit, termasuk penerapan Video Assistant Referee (VAR), berdampak langsung terhadap hasil pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2. (08/07/26)

Dalam pernyataan resminya, Rabu, EFA menyatakan tidak dapat menerima begitu saja keputusan-keputusan yang diambil perangkat pertandingan. Federasi tersebut menilai terdapat sejumlah insiden krusial yang patut mendapat evaluasi karena dinilai memengaruhi jalannya laga.

“Asosiasi Sepak Bola Mesir tidak bisa tinggal diam terkait keputusan wasit yang disaksikan selama pertandingan melawan Argentina serta kegagalan dalam menggunakan sistem Video Assistant Referee (VAR) dengan tepat,” demikian pernyataan resmi EFA.

EFA juga menyoroti dugaan inkonsistensi dalam pengambilan keputusan wasit. Menurut federasi tersebut, sejumlah momen penting menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keadilan pertandingan pada ajang sepak bola dunia.

“Beberapa insiden penting menimbulkan kekhawatiran serius dan meninggalkan pertanyaan mendalam tentang konsistensi dan keadilan keputusan yang secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan,” lanjut pernyataan tersebut.

Laga berlangsung dramatis setelah Mesir sempat unggul 2-0 hingga menit ke-67 melalui Mostafa Zico. Argentina kemudian bangkit, menyamakan kedudukan, sebelum Enzo Fernández mencetak gol kemenangan pada masa injury time untuk memastikan tiket ke perempat final.

Gol penentu kemenangan Argentina memicu ketegangan di sekitar bangku cadangan Mesir. Pelatih kiper Mesir, Saafan Elsaghir, menerima kartu merah akibat melakukan protes keras kepada wasit asal Prancis, François Letexier. Sejumlah anggota tim Mesir lainnya juga mendapat kartu kuning karena memprotes keputusan perangkat pertandingan.

Dalam protes resminya, EFA secara khusus menyoroti dua keputusan yang dianggap menentukan. Pertama, gol Mesir yang dianulir setelah proses peninjauan VAR. Kedua, dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister dalam proses terciptanya gol kemenangan Argentina yang menurut EFA tidak kembali ditinjau melalui VAR.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, turut melontarkan kritik seusai pertandingan. Ia menilai timnya dirugikan oleh faktor yang terjadi di dalam maupun di luar lapangan.

“Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan—lebih baik dalam segala hal—tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan,” ujar Hassan.

Hassan juga menyampaikan dugaan mengenai objektivitas penyelenggaraan turnamen. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi yang disampaikan seusai pertandingan.

“Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan,” katanya.

Dalam pertandingan tersebut, Lionel Messi mencetak gol penyama kedudukan sebelum Enzo Fernández memastikan kemenangan Argentina pada masa tambahan waktu.

Argentina dijadwalkan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Hassan mengaku sangat kecewa atas hasil pertandingan dan menyatakan tidak akan mengikuti sisa pertandingan turnamen.

“Saya berjanji, mulai saat saya kembali, saya tidak akan melanjutkan mengikuti pertandingan Piala Dunia FIFA ini. Ini adalah perjuangan batin saya, penolakan batin saya, cara saya sendiri untuk bersuara dan membela diri. Saya tidak akan menonton satu pun pertandingan dari turnamen ini,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas protes yang disampaikan Federasi Sepak Bola Mesir. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.