Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Mahika, Bupati Subandi Cek Kondisi Santri

oleh -44 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sidoarjo, garudasatunews.id|| Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terjadi di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (1/9/2026). Hingga sore hari, sedikitnya 112 santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap hidangan MBG.

Situasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Sidoarjo Subandi. Ia mendatangi lingkungan pesantren setelah menerima laporan masyarakat mengenai kondisi para santri yang mulai mengalami gangguan kesehatan.

Di lokasi, Subandi mengecek kondisi santri sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan pihak terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan santri mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Santri dengan kondisi yang membutuhkan perawatan lebih lanjut kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Salah satu rujukan penanganan dilakukan ke RSUD Sidoarjo.

Sementara itu, gelombang keluhan kesehatan di lingkungan pesantren mulai terlihat sejak siang. Sejumlah santri mengeluhkan sakit perut hingga harus berulang kali ke kamar mandi.

Mudir Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Arifudin, mengatakan penanganan awal dilakukan secara mandiri melalui pos kesehatan pesantren (poskestren). Namun, jumlah santri yang mengalami keluhan terus bertambah.

Kondisi kemudian semakin serius memasuki sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, sedikitnya 25 santri mengalami gejala lebih berat berupa muntah-muntah dan lemas. Mereka langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis.

“Jam 5 sore itu sudah sekitar 25 anak. Bahkan sudah ada yang muntah dan lemes,” sebut Arifudin

Menurut Arifudin, makanan MBG yang dikonsumsi para santri dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada tidak jauh dari kawasan pesantren.

Program MBG tersebut disebut telah berjalan hampir satu tahun di lingkungan pesantren. Hidangan yang sama dikonsumsi sekitar 1.000 orang, termasuk santri dan siswa dari jenjang MTs maupun unit pendidikan lainnya.

Sebelum kejadian, sejumlah santri juga sempat menyampaikan keluhan mengenai salah satu menu makanan yang disajikan. Keluhan tersebut berkaitan dengan rasa sayuran yang dinilai berbeda dari biasanya.

“Anak-anak sebenarnya merasa nyaman dan enak selama ini, tidak ada kendala. Tapi tadi ada laporan dari santri, sayurnya katanya agak kecut,” kata Arifudin.

Meski jumlah santri yang mengalami keluhan telah mencapai 112 orang, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan dan penanganan terhadap para santri masih berlangsung, sementara pihak berwenang bersama dinas kesehatan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Petugas medis juga terus memantau kondisi santri yang menjalani perawatan, termasuk mereka yang telah mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan.

Dengan demikian, dugaan keracunan makanan yang terjadi di Ponpes Manba’ul Hikam masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah keluhan para santri benar-benar berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.

Diva

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.