Dua Warga Situbondo Hanyut, Pencarian Masih Berlangsung

oleh -111 Dilihat
oleh
Dua Warga Situbondo Hanyut, Pencarian Masih Berlangsung
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo melaporkan peristiwa hilangnya dua warga Kecamatan Jatibanteng yang hanyut terbawa arus banjir pada Sabtu (7/3/2026).
banner 468x60

SITUBONDO Garudasatunews.id – Dua warga Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus banjir pada Sabtu (7/3/2026). Hingga Senin (9/3/2026) pagi, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian karena kedua korban belum ditemukan.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Situbondo mencatat korban masing-masing bernama Jelani (53), warga Desa Sumberanyar, dan Tohari (44), warga Desa Patemon. Keduanya diduga terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap akibat meningkatnya debit air setelah hujan deras.

Petugas Data dan Informasi Pusdalops-PB BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan laporan resmi diterima pada Senin pagi meski peristiwa terjadi dua hari sebelumnya.

“Kami menerima laporan pada Senin pagi, sementara kejadian diperkirakan terjadi Sabtu. Keduanya diduga terseret arus saat berada di sekitar sungai yang debit airnya meningkat,” ujar Puriyono.

Berdasarkan penelusuran BPBD, korban Jelani terakhir terlihat di Dusun Gudang, Desa Sumberanyar. Sekitar pukul 12.00 WIB, ia bersama anaknya memanen jagung di ladang. Setelah itu korban menyuruh anaknya pulang lebih dulu dan memilih mencari rumput di sekitar tepi Sungai Basean.

Namun pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, debit air sungai dilaporkan meningkat tajam. Korban diduga terseret arus saat berusaha menyeberang untuk pulang melalui jalur irigasi persawahan.

Keluarga baru menyadari korban tidak pulang dan melaporkan kejadian tersebut pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat melakukan pencarian awal, keluarga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban berupa celana training hitam, arit, dan sandal di sepanjang aliran sungai.

Sementara itu, korban kedua, Tohari, dilaporkan hanyut di aliran Sungai Batu Putih di Desa Patemon. Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya selesai mencari rumput dan berdiri di tepi sungai dengan maksud menyeberang.

Seorang saksi sempat memperingatkan korban karena arus sungai mulai deras. Namun korban tetap mencoba menyeberang hingga akhirnya hilang terbawa arus.

“Setelah itu saksi hanya menemukan tumpukan rumput dan arit milik korban di pinggir sungai, sementara korban sudah tidak terlihat,” kata Puriyono.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Situbondo langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian dan membentuk tim SAR gabungan. Pencarian melibatkan Basarnas dari Pos SAR Jember dan Kantor SAR Banyuwangi, Tagana, TNI, Polri, perangkat desa, serta relawan.

Tim gabungan saat ini menyisir aliran sungai di dua lokasi berbeda serta mengumpulkan informasi dari warga sekitar untuk mempersempit titik pencarian.

BPBD Situbondo juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dan memicu banjir mendadak. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.