Dua Jemaah Haji Jombang Wafat di Tanah Suci

oleh -42 Dilihat
oleh
Dua Jemaah Haji Jombang Wafat di Tanah Suci
Menhaj RI Gus Irfan dan Bupati Warsubi melambaikan tangan saat melepas keberangkatan Jemaah haji dari pendapa Kabupaten Jombang, Kamis (7/5/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Jombang dijadwalkan berlangsung pada 17 dan 18 Juni 2026. Namun, dari total 1.262 jemaah yang diberangkatkan ke Arab Saudi, sebanyak dua orang dilaporkan meninggal dunia selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan bahwa jemaah yang tergabung dalam Kloter 60 dan 61 Embarkasi Surabaya dijadwalkan tiba di Indonesia pada 17 Juni 2026. Sementara Kloter 62 dan 63 akan kembali ke tanah air pada 18 Juni 2026.

Data kepulangan menunjukkan jumlah jemaah yang kembali berbeda dengan jumlah keberangkatan. Dari 1.262 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci, sebanyak 1.260 jemaah dijadwalkan pulang ke Kabupaten Jombang.

“Dua orang jemaah meninggal dunia di Tanah Suci,” ujar Ilham Rohim, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan keterangan resmi, jemaah yang meninggal pertama adalah Suyono (57), anggota Kloter SUB 62 Embarkasi Surabaya. Suyono dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit pada 9 Mei 2026 pukul 08.57 Waktu Arab Saudi akibat syok kardiogenik.

Menurut Ilham, almarhum tidak termasuk kategori jemaah risiko tinggi. Namun, yang bersangkutan meninggal dunia sebelum sempat menunaikan ibadah haji secara lengkap.

“Pak Suyono tidak masuk jemaah risiko tinggi. Beliau belum menunaikan haji, namun proses badal haji telah dilaksanakan oleh petugas penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi,” jelasnya.

Jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Rubiansih Sumorejo Sukro (69), warga Dusun Karobelah, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Berdasarkan laporan petugas, Rubiansih wafat di rumah sakit pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 22.00 Waktu Arab Saudi akibat pneumonia.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, Rubiansih tercatat sebagai jemaah dengan kategori risiko tinggi dan telah menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya sebelum meninggal dunia.

“Bu Rubiansih memang masuk kategori risiko tinggi dan sudah menunaikan ibadah haji,” kata Ilham.

Menjelang kedatangan para jemaah, Kemenhaj Jombang mengimbau keluarga dan masyarakat yang akan melakukan penjemputan agar mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah guna menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran proses pemulangan jemaah dari embarkasi hingga ke daerah asal.

Pemerintah juga mengingatkan agar seluruh proses penyambutan dilakukan secara tertib sehingga tidak mengganggu mobilitas jemaah yang baru menyelesaikan perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.