Dua Jemaah Haji Lumajang Wafat di Makkah

oleh -24 Dilihat
oleh
Dua Jemaah Haji Lumajang Wafat di Makkah
Jemaah haji Lumajang saat diberangkatkan dari Pendopo Arya Wiraraja beberapa waktu lalu.
banner 468x60

LUMAJANG, Garudasatunews.id – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Dua jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Keduanya diduga mengalami gangguan kesehatan serius yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi hingga memicu ketidakstabilan fungsi jantung.

Jemaah pertama yang meninggal dunia adalah Yuwono Soewaliadi, warga Kecamatan Lumajang. Ia mengembuskan napas terakhir di Mina Al-Wadhi Hospital, Arab Saudi, pada Sabtu (30/5/2026). Sehari berselang, jemaah asal Kecamatan Padang bernama Mistari juga dilaporkan meninggal dunia di Medical Care Alharom Makkah pada Minggu (31/5/2026).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan medis yang diterima, kedua jemaah memiliki keluhan kesehatan yang hampir serupa sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Secara diagnosa dari dokter, keluhan kedua jemaah ini sama karena jantung tidak stabil akibat tekanan darah tinggi,” kata Umar Hasan saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Informasi yang dihimpun menunjukkan kedua jemaah sempat mendapatkan penanganan medis ketika kondisi kesehatannya menurun. Namun upaya penyelamatan yang dilakukan tim kesehatan tidak mampu mencegah kondisi keduanya memburuk hingga berujung kematian.

Faktor hipertensi diduga menjadi pemicu utama yang memperparah kondisi kesehatan kedua jemaah. Risiko tersebut meningkat ketika jemaah harus menjalani aktivitas fisik berat di tengah suhu tinggi dan kepadatan jutaan peserta haji yang memadati kawasan ibadah di Makkah dan sekitarnya.

Dalam keterangannya, Umar juga mengungkap fakta bahwa kedua jemaah tersebut sebelumnya telah mendapatkan peringatan dari petugas kesehatan untuk tidak mengikuti prosesi lempar Jumrah Aqabah karena kondisi fisik yang dinilai tidak memungkinkan.

Meski telah diingatkan, keduanya tetap berkeinginan mengikuti salah satu rangkaian puncak ibadah haji tersebut. Keputusan itu diambil meskipun kondisi kesehatan mereka saat itu dilaporkan mengalami penurunan dan menunjukkan gejala kelelahan berat.

“Jadi, waktu itu dipaksakan untuk melontar jumrah. Padahal ngos-ngosan nafasnya, tapi tetap perjalanan yang 10 kilo lebih dipaksakan walaupun sudah dilarang,” ungkap Umar.

Kondisi tersebut menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi medis selama pelaksanaan ibadah haji. Perjalanan menuju lokasi lempar jumrah membutuhkan stamina prima, terutama bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi dan gangguan jantung.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, kedua jemaah asal Lumajang tersebut dimakamkan di Makkah Al Mukarramah sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi. Proses pemakaman dilakukan setelah seluruh prosedur administrasi dan medis diselesaikan oleh otoritas setempat.

“Ini dimakamkan di Makkah semua, karena nggak bisa dibawa pulang kalau meninggal di Makkah,” ujar Umar.

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang menyatakan terus berkoordinasi dengan petugas penyelenggara ibadah haji Indonesia di Arab Saudi untuk memastikan hak-hak jemaah yang meninggal dunia terpenuhi, sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh jemaah haji, khususnya yang memiliki riwayat penyakit kronis, agar tidak mengabaikan rekomendasi tenaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.