Dua Hari KPK “Ubek-Ubek” Sumenep: Usut Skandal Dana Hibah Pokmas, Seret Nama Anggota DPRD Hingga Pemilik Dapur MBG

oleh -103 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak progresif mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) bentukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selama dua hari berturut-turut, sejak Selasa (19/5) hingga Rabu (20/5/2026), tim KPK “berkantor” di Aula Mapolres Sumenep untuk memeriksa belasan saksi kunci.

 

​Berdasarkan pantauan di lapangan, dinamika pemeriksaan berlangsung maraton. Hingga Rabu malam, sekitar lima penyidik KPK masih terlihat intensif melakukan pendalaman di dalam ruangan.

 

​Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada hari pertama terdapat sedikitnya 15 saksi yang dicecar pertanyaan. Sementara pada hari kedua, penyidik kembali memanggil empat hingga lima orang saksi tambahan untuk melengkapi berkas perkara.

 

​Seret Oknum DPRD Jatim dan Pengusaha Lokal :

​Secara keseluruhan, saksi-saksi yang dipanggil menghadap penyidik terdiri dari:

– ​10 Orang: Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas)

– ​6 Orang: Berasal dari unsur swasta, guru, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

​Aroma keterlibatan aktor politik tercium menyusul beredarnya informasi bahwa para saksi ini diperiksa karena memiliki keterkaitan erat dengan salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Timur berinisial I.

 

​Tak hanya itu, salah satu figur yang cukup menyita perhatian di lokasi pemeriksaan adalah NH, seorang pengusaha lokal terkemuka di Sumenep. NH diketahui merupakan pemilik jaringan dapur pelaksana program strategis nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), di wilayah tersebut.

 

​Kabar Tersangka Baru :

Sumber tepercaya menyebutkan bahwa KPK sebenarnya telah mengantongi dan menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam pusaran kasus ini.

Namun, lembaga antirasuah tersebut masih enggan membeberkan secara resmi konstruksi perkara maupun identitas tersangka ke publik demi kelancaran penyidikan.

 

​Tanggapan Pihak Kepolisian :

​Saat dikonfirmasi, Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, membenarkan adanya aktivitas penyidik KPK di markasnya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa posisi Polres Sumenep murni hanya sebagai fasilitator tempat.

 

​”Terkait kedatangan tim KPK, Polres Sumenep hanya menyediakan tempat untuk mempermudah proses pemeriksaan. Mengenai substansi perkara atau konfirmasi lebih lanjut, silakan langsung menghubungi pihak KPK,” tegas Widiarti kepada awak media, Rabu (20/5).

 

​Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan maraton masih terus bergulir di Aula Mapolres Sumenep. Publik kini menanti rilis resmi dari KPK terkait siapa saja aktor intelektual yang akan mengenakan rompi oranye dalam skandal dana hibah ini.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.