Dua Bupati Merespons Unggahan Warga Miskin Penderita Ulkus Pedis

oleh -15 Dilihat
oleh
Dua Bupati Merespons Unggahan Warga Miskin Penderita Ulkus Pedis
Tangkapan Layar Media Sosial
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Unggahan mengenai warga miskin penderita ulkus pedis kronis di Kabupaten Jember menjadi perhatian publik dan memicu respons kepala daerah. Kasus yang dialami seorang perempuan lanjut usia berusia 71 tahun, Amze Suminah, warga Kecamatan Sumberbaru, tersebut menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, terutama ketika pasien membutuhkan perawatan medis lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan telah mengambil langkah penanganan terhadap pasien yang mengalami luka kronis pada kaki selama kurang lebih 15 tahun. Kondisi luka dilaporkan telah mencapai jaringan otot dan tulang sehingga membutuhkan penanganan dokter spesialis bedah.

Pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mendatangi pasien dan menginstruksikan jajaran perangkat daerah terkait untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Luka Kronis Membutuhkan Penanganan Spesialis

Kepala Puskesmas Rowotengah, dr. Titis Sulistyowati, M.Kes., menjelaskan bahwa kondisi luka pasien sudah cukup parah. Penanganan tidak dapat dilakukan secara sederhana karena pembersihan luka membutuhkan prosedur medis khusus, termasuk pembiusan.

Sebelumnya, pasien telah mendapatkan layanan homecare dari petugas puskesmas. Tim medis juga berkoordinasi melalui layanan telemedicine dengan dokter spesialis bedah untuk menentukan penanganan lanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, Deni Irawan, menyebutkan bahwa rujukan ke rumah sakit sebelumnya sempat terkendala karena tidak adanya anggota keluarga yang mendampingi pasien.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Sosial mengerahkan petugas Layanan Rujukan Terpadu (LRT) guna membantu pendampingan pasien. Setelah koordinasi lintas instansi dilakukan, keluarga akhirnya menyetujui pemindahan pasien ke RSD dr. Soebandi agar memperoleh perawatan intensif.

Respons Pemerintah dan Tantangan Pelayanan Kesehatan

Kasus ini memperlihatkan pentingnya koordinasi antara puskesmas, rumah sakit, dinas kesehatan, dan dinas sosial dalam menangani warga rentan. Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga mencakup pendampingan, akses rujukan, dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan perawatan.

Bupati Jember menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi proses pengobatan dan pendampingan keluarga selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit, dengan mempertimbangkan keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarga.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kasus serupa sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Evaluasi Akses Layanan bagi Warga Rentan

Perhatian publik terhadap kasus ini menjadi pengingat bahwa warga dengan penyakit kronis membutuhkan kesinambungan layanan, mulai dari perawatan di rumah hingga rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Hambatan pendampingan keluarga juga menunjukkan perlunya dukungan sosial agar pasien tidak tertunda memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

Meski respons pemerintah telah dilakukan, efektivitas pelayanan perlu dilihat dari keberlanjutan perawatan, perkembangan kondisi pasien, serta kepastian akses layanan bagi warga kurang mampu lainnya. Informasi mengenai perkembangan medis selanjutnya tetap perlu merujuk pada keterangan resmi tenaga kesehatan dan pihak berwenang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.