Dua Batu Yoni di Jember Raib, Diduga Dicuri

oleh -24 Dilihat
oleh
Dua Batu Yoni di Jember Raib, Diduga Dicuri
Dua benda purbakala batu yoni di Dusun Krajan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebelum raib.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Dua benda purbakala berupa batu yoni di Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan raib setelah lokasi tersebut didatangi empat pria yang tidak dikenal. Hilangnya dua benda bersejarah itu kini menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat kepolisian karena keduanya tercatat sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Informasi hilangnya dua batu yoni tersebut pertama kali diketahui dari laporan sejarawan lokal, RZ Hakim, yang kemudian ditindaklanjuti Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember. Tim bidang kebudayaan telah turun ke lokasi dan memastikan kedua batu tersebut sudah tidak berada di tempatnya.

Kedua benda tersebut tercatat sebagai Yoni I Situs Pucangsari Sukowono dengan nomor ODCB CB.6060.19700101.17473 dan Yoni II Situs Pucangsari Sukowono dengan nomor ODCB CB.6060.19700101.17474.

Keterangan warga menjadi salah satu petunjuk awal dalam penelusuran. Menurut informasi yang dihimpun petugas, sekitar sebelum kedua batu itu hilang terdapat empat pria di lokasi. Mereka mengaku sedang melakukan survei pohon durian.

Dua orang disebut mengajak warga berbincang, sementara seorang lainnya terlihat mengukur dua batu yoni. Satu orang lainnya disebut mengamati situasi di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangan saksi, dua pria yang melakukan pengukuran dan pengamatan tidak dapat berbahasa Madura. Identitas maupun tujuan sebenarnya kedatangan mereka masih perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat.

Dari keterangan warga, kedua batu tersebut diperkirakan hilang pada sore hari, sekitar pukul 16.30 hingga 18.00 WIB menjelang Magrib. Kondisi lokasi yang relatif sepi diduga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan benda tersebut dipindahkan tanpa segera diketahui masyarakat.

Saat pengecekan dilakukan, di sekitar lokasi masih ditemukan sejumlah benda dan struktur yang diduga berkaitan dengan aktivitas masa lalu, di antaranya sisa tasbih, gerabah buatan modern serta susunan batu bata yang diduga merupakan bagian dari struktur kuno. Masyarakat setempat juga mengenal kawasan tersebut dengan sebutan Bhuju’ Pocang.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Sukowono. Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto turut melakukan peninjauan dan mendorong proses penelusuran terhadap keberadaan dua batu yoni tersebut. Polisi menyatakan akan melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi serta menelusuri informasi mengenai lokasi dan pihak yang berkaitan dengan benda purbakala tersebut.

Hilangnya dua batu yoni itu juga menyoroti persoalan pengawasan dan pemutakhiran data benda bersejarah di Jember. DPRD Jember sebelumnya meminta pemerintah daerah melakukan pemutakhiran data benda cagar budaya maupun objek yang diduga cagar budaya agar kondisi dan keberadaannya dapat dipantau secara berkala. Data terakhir disebut telah diperbarui pada 2015.

Warga juga menyebut kedua batu yoni tersebut sebelumnya pernah hilang. Namun, benda itu kemudian ditemukan kembali di lokasi lain setelah diduga ditinggalkan oleh pihak yang mengambilnya. Fakta tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui apakah kehilangan terbaru memiliki keterkaitan dengan kejadian sebelumnya.

Hingga proses penyelidikan berjalan, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai pelaku. Keberadaan dua batu yoni serta motif pengambilannya masih menjadi bagian dari penelusuran aparat dan instansi terkait.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.