Drainase Puspem Madiun Tersumbat, Warga Desak Penanganan

oleh -30 Dilihat
oleh
Drainase Puspem Madiun Tersumbat, Warga Desak Penanganan
Kondisi saluran drainase di sekitaran perkantoran Puspem Kabupaten Madiun yang dipenuhi sampah.
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Kondisi saluran drainase di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Kecamatan Mejayan, menjadi sorotan warga setelah ditemukan tumpukan sampah plastik dan genangan air berwarna hitam pekat di sepanjang tepi jalan utama menuju Alun-Alun Reksogati Caruban. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan perlunya peningkatan pengelolaan kebersihan di kawasan yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan daerah.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (6/8/2026) pagi, sejumlah kantong plastik terlihat menyumbat aliran drainase. Air di dalam saluran menggenang dengan warna hitam pekat, disertai endapan lumpur dan busa di beberapa titik. Rumput liar yang tumbuh di sepanjang saluran juga memperlihatkan indikasi bahwa drainase memerlukan penanganan dan pemeliharaan lebih lanjut.

Lokasi drainase tersebut berada di kawasan strategis yang menjadi wajah Kabupaten Madiun. Bahkan, saluran itu berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun. Kondisi tersebut memunculkan perhatian masyarakat terhadap efektivitas pemeliharaan kebersihan di kawasan pusat pemerintahan.

Di sisi lain, petugas kebersihan terlihat tetap melakukan penyapuan sampah di sepanjang jalan kawasan Puspem. Namun, berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan, tumpukan sampah yang menyumbat saluran drainase masih belum tertangani sehingga aliran air belum kembali normal.

Nanda, salah seorang warga yang rutin berolahraga di kawasan tersebut, menilai lingkungan pusat pemerintahan semestinya dapat menjadi contoh dalam menjaga kebersihan fasilitas publik.

“Posisinya di pinggir jalan protokol Puspem dan sangat dekat dengan kantor DLH. Tapi sampahnya justru menumpuk seperti ini. Seharusnya kawasan pemerintahan bisa menjadi contoh kebersihan bagi masyarakat,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ayuwati yang mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, genangan air berwarna hitam dan sampah yang terus menumpuk mulai menimbulkan bau tidak sedap sehingga mengurangi kenyamanan masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di kawasan tersebut.

“Saya sering lewat sini dan kondisinya sudah cukup lama seperti ini. Airnya hitam, sampahnya menumpuk, bahkan mulai menimbulkan bau. Kalau dibiarkan terus, masyarakat bisa menganggap kebersihan di kawasan pemerintahan saja kurang diperhatikan,” katanya.

Dari sudut pandang tata kelola lingkungan, saluran drainase yang tersumbat berpotensi menghambat fungsi pengendalian air permukaan. Menurut Ayuwati, apabila tidak segera dibersihkan, sedimentasi dan sampah yang menumpuk dapat meningkatkan risiko luapan air saat hujan deras serta menimbulkan genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Kalau hujan deras, air bisa meluap ke jalan karena alirannya tersumbat serta sedimentasi. Selain mengganggu pengguna jalan, genangan seperti ini juga bisa menjadi sarang nyamuk dan memicu munculnya penyakit,” imbuhnya.

Sorotan warga tersebut menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap pemeliharaan drainase di kawasan Puspem. Selain aspek estetika kawasan pemerintahan, kebersihan saluran air juga berkaitan dengan kelancaran sistem drainase, kenyamanan masyarakat, serta upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup maupun instansi terkait segera melakukan pembersihan saluran, mengangkut sampah yang menyumbat drainase, serta mengeruk sedimentasi agar aliran air kembali lancar. Masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan sebagai bentuk partisipasi menjaga kebersihan lingkungan dan mengoptimalkan fungsi drainase di kawasan Puspem. Sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, keterangan dari instansi terkait tetap diperlukan untuk melengkapi informasi mengenai penanganan kondisi tersebut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.